Tuesday, May 27, 2014

✿ Positif Thinking ✿



Kucing, kamu suka mandangin saat-saat jutaan tetes bening itu menyapa bumi yah?
sama, aku juga.
Aaaaah. aku iri melihatmu disana.
Karna akhir-akhir ini sering hujan,
tapi aku malah sering terlewat moment-moment yang nyaman itu..
dan di depan, sepertinya hari-hari akan lebih indaaaaaaah dari ini.
indah? indaah?
Hueee..aku tidak sedang berhalusinasi, 
tapi ini tentang menghipnotis diri.
karna..kau tahu tidak?
kami manusia, punya 85 % air dalam tubuh.
& segala puji bagi ALLAH
air itu bisa kami indahkan molekulnya dengan kata-kata positif..
yap! kau pintar kucing sayang,
aku harus meng-indahkan sel-sel tubuhku agar ia baik bekerja,
dengan kata-kata positif dari ku sendiri.
oh ya, kau sudah nonton The Adventures of Tintin?
selain 3D nya yang membuatku super duper jatuh hati,
tentu saja satu hal lagi adalah,
kata-kata nya Kapten Haddock.
"there’s many people wanna call you fail, looser, stupid, hopeless, but don’t ever you say it to yourself.
You send them signal, that’s they take”


maka, semoga hari-hari di depan adalah tentang posthink, hingga masih bisa menikmati sapaan kristal langit itu, -menikmati apapun yg hidup ini beri-
meski mata menangkap badai.

iya, kau benar kucing manis, dengan hati yang bersih, pikiran yang positif, 
langkah pasti ringan-ringan saja.
Karna, mana pernah ALLAH membiarkan kita sendirian menghadapi masalah?
IA membimbing kita, dari belakang sembari tersenyum..
bila kau hamba kecintaanNYA, IA pasti begitu.
:membimbingmu dari belakang, sembari tersenyum.


;maka berusahalah terus-terus-terus-menerus, menjadi hamba kecintaanNYA,
dengan ber-azzam bahwa setiap hari adalah, 
usahamu untuk semakin tumbuh-bertumbuh cinta pada NYA.


Seperti merakit lego, kau butuh membaca tutorial nya untuk sempurna merangkai tiap partikel.
begitu pula hidup ini.
kau perlu membaca Tutorial-NYA, untuk sempurna kau rangkai tapakmu menuju surga.
untuk tenang-lapang-ringan saja melewati tiap tahap-nya..

pula, 

"Jatuh, kemudian bangkit"
Ya, begitu anak manis..
jatuh-bangkit-jatuh-bangkit tanpa lelah hingga kaki pada akhirnya ringan melangkah, ringan berlari..

"kebahagiaan sejati itu seharga dengan pengorbanan besar. Kebahagiaan sejati berasal dari hati, tinggal bagaimana kita membersihkan dan melapangkannya…
Semakin dalam dan semakin lapang, mata air hati akan semakin jernih”
(Yang terakhir ini kalimat dari Tere Liye)

Monday, May 12, 2014

✿ Ceracau Meracau ✿



Sepertinya aku harus mengepak kecemasan-kecemasanku.
Mungkin serupa kecemasan akan kehilangan, atau mungkin barisan cerita tentang perpisahan.
Bukan kah selama hati masih bertaut, cerita ini masih selalu ranum untuk kita rajut?

Terimakasih..

Pada langkah-langkah seiring yang membuat kita beriringan
Pada gaduh kata, pada riuh tawa, kadang juga pada senyap kita.
Pada jarak yang mengingatkanku, bahwa menyesap kopi bersamamu masih lah menjadi impian senja yang terindah..

*Mari meracau* ^^

Saturday, May 3, 2014

✿ Pembuktian Cinta Belum Usai ✿


Aku jarang menyebut kata 'cinta'. Terlalu kaku jika aku yang mengucapnya..
Tapi, mungkin kali ini, tidak ada kata lain yang bisa mewakili semua kerja yang kamu lakukan..
Ada malam-malam letihmu usai pengembaraan singkat siang hari..
Berlari dari satu tempat ke tempat lain.
Ada hal-hal yang terkorbankan tanpa orang tahu berapa banyak, tapi tuntutan terus saja datang ke pundakmu.

Aku kagum padamu,
Yang tetap bertahan saat ada orang-orang melemparkan seribu alasan untuk lari..
Aku kagum padamu,
Yang slalu mengutamakan orang lain saat bisa saja kamu egois memikirkan dirimu sendiri..
Aku kagum pada kamu, yang sesekali mengeluh letih, mengeluh lelah. Tapi sesekali karena beberapa detik kemudian kamu tertawa mengerjakan semua tugas yang belum usai..
Wajahmu seperti berkata "pembuktian cinta kita belum usai"

Tapi yang jelas, aku kagum padamu..
Pada 'cinta' yang membuatmu terus bergerak. Saat yang lain diam dan pura-pura tidak memiliki beban.
Semoga ALLAH memeluk letihmu dan memberikan kekuatan yang tidak pernah habis pada kedua kaki tangan dan hatimu..

Dan aku tau, pembuktian cinta kita benar2 belum usai bahkan baru dimulai..

*Marhaban Yaa Syahr imtihan, ma'annajah*

Saturday, April 26, 2014

✿ Dan Ini Mimpi Kita ✿


Bermimpi adalah hal yang menyenangkan 
Mencapai puncak Eiffel..
Berteriak di tembok besar raksaksa China..
Menyentuh Sakura pada musim seminya..
Dan yang paling kita impikan menakjubi bumi-bumi para anbiya,
berlari-lari kecil antara Safa dan Marwa,
melangitkan do'a-do'a di multazam yang dalam penuh harap pada-NYA...

Namun,
Di satu titik berpikir bahwa..
Bermimpi bukanlah tentang diri sendiri..
Dimana hebatnya jika senandung decak kagummu hanya untukmu seorang?
Dimana menyenangkannya jika kamu keliling dunia bila sendirian saja tertawa?
Dimana kerennya jika kamu besar dan menghebat tapi teman-teman dekatmu menangis tanpa pernah kamu tahu?

Kita punya dua tangan dan dua kaki,
Serta sebuah otak cerdas dan hati tempat menyimpan harapan besar, bersemayam..
Yang Rabbi titipkan pada kita untuk membuat sebuah perubahan..
Tak perlu rumit, cukup menjadi agen kebaikan dimana saja kita berpijak…
Kebaikan sederhana..
Sesederhana tersenyum di hari yang muram untuk teman – teman baikmu..
Sesederhana bersemangat dan membaginya saat hari terasa begitu berat..
Sesederhana menjadi rumah tempat siapapun nyaman untuk pulang..
Yang kehadirannya selalu terasa dekat..
Yang ledakkan kreasinya selalu menceriakan hari..

Bermimpi akan menyenangkan jika melibatkan banyak orang untuk bahagia..
Sehingga mimpi yang luar biasa adalah mimpi yang dipersembahkan untuk Bangsa, agama, dan ukhuwah… Setelahnya.. Dunia pun akan berubah menjadi lebih baik dengan mimpi itu..

Kita adalah orang biasa, dengan mimpi yang lain dari biasanya. Sebab mimpi itulah yang akan membuat seseorang tumbuh..
Maukah kamu juga menjadi bagian dari pada pemimpi yang sederhana, memimpikan sebanyak banyaknya kebahagiaan untuk orang lain? :)


*Teruntuk seseorang yang akan mengajakku menjejakkan kaki di belahan bumi yang lain, melihat indahnya dunia luar, siapa yaaa? dan setelah difikir-fikir ternyata dia benar, apa indahnya hidup jika hanya diisi dengan rutinitas kerja itu itu saja, monoton, bikin jenuh, bertentangan dengan nurani, macet, lelah, menua dengan pensiunan yang tidak seberapa* :p :p


Wednesday, March 26, 2014

✿ kepadamu cahaya ✿


kepadamu cahaya, ia rindu terangmu yang kemarin. yang seperti ombak laut menghapus lukisan di pasir kepada tangis akan undak-berundak yang dimohon segera berakhir.

kepadamu cahaya, tolong jawab janjimu yang akan memeluknya sehabis gelap-pekat mengikat. kepada janjimu ke gadis bermata kaca-kaca yang selalu menunggu itu..

kepadamu ceria, harus seperti apa ia ceritakan, bahwa rindu telah tumpuk bertumpuk. rindu kau gelayuti setiap hari. rindu kau lingkupi dengan ronamu yang terang benderang.. yang pernah menaungi beratus hari.

kepadamu senyum, tolong jangan lupa-kan ia untuk menyertai lukisanmu dengan tulus. sebab jelita sudah nyaris lupa kau seiring delik-pelik yang memintanya untuk bersahabat.

Hujan, kau masih di luar sana kan? bersama serenade klasikmu, bersama janji Rabb akan terijabahnya doa bersamamu,.. bersama rahmat-rahim Rabb yang ia tidak pernah sangsi kan membersamai. kau masih disana kan? di luar jendela, dalam manisnya rona rinai Februari ?

tetes-tetes cinta setelah Januari, doaku, aku ingin cahaya, ceria, dan senyum kembali menjadi energi untuk ia mencintai. sesempurna yang makhluk Tuhan bisa berikan kepada orang-orang tersayangnya. mereka-mereka yang dengan manisnya tertakdir dalam hidupnya. mereka yang sedu-sedannya memuramkan diri, yang gelap-cahaya-nya mendogmatiskan hati. yang tersenyum bersama mereka dalam ridha Rabb-nya, baginya puncak karunia tak terperi.

Aku mohon, bersamai-lah aku sekarang kemudian selamanya. untuk aku bisa sempurna bahagiakan mereka,- yang habis hari-nya untuk mencinta Rabb-ku dengan penuh cinta.

bersamai, aku mohon. untuk bisa ku sempurna menjadi hulu kebahagiaan mereka semua. dan ajari dengan lembut-MU, bagaimana mencintai dengan sempurna itu. sebab aku tidak ingin kehilangan lagi.. sebab yang bifurkasi itu membuat lelah, dan kali ini aku ingin merasai nyata-nya seperti dapat disentuh ujung jari..

Rabbi, dalam peluk rinai Februari ini, doaku dalam setiap turun hujan, semoga menjadi, menjelma nyata pada detik dimana Engkau janjikan terkabul,- memenuhi pundi-pundi harap yang mendahaga jawabMU...

Sunday, March 16, 2014

✿ Hanya Pada ALLAH ✿


"Hanya pada ALLAH kuadukan susah & sedihku"; hanya DIA tujuan hidupku & ridhaNYA ujung pencarianku; bagiNYA takut, harap, cinta, & yakinku."

"Hanya pada ALLAH kuadukan susah & sedihku"; hingga kuibadahi DIA seakan-akan aku melihatNYA; dan teryakin diri bahwa DIA pasti melihatku."

"Hanya pada ALLAH kuadukan susah & sedihku"; DIA memiliki ganti yang lebih baik atas kehilanganku, nikmat yang lebih kekal dari nestapaku."

"Hanya pada ALLAH kuadukan susah & sedihku"; DIA-lah yang menjanjikan tiap perih, duka, & kecewa dibalas dengan naik derajat & hapusnya dosa."

"Hanya pada ALLAH kuadukan susah & sedihku"; tiada madharat & manfaat walau seluruh makhluq berhimpun tuk membuatnya kecuali dengan izinNYA."

"Hanya pada ALLAH kuadukan susah & sedihku"; yang menimpakan cobaan sebagai tanda cinta, agar tiada yang lebih besar di hati selain diriNYA."

“Hanya pada ALLAH kuadukan susah & sedihku”; kehilanganku lebih kecil daripada pemberianNYA, musibahku tiada arti dibanding nikmatNYA.”

“Hanya pada ALLAH kuadukan susah & sedihku”; DIA-lah yang menuliskan ketetapan bagiku, DIA-lah yang menguji tanpa melampaui batas kemampuanku.”

“Hanya pada ALLAH kuadukan susah & sedihku”; DIA tunda siksa atas dosa & sabar menanti taubat ini; dariNYA ku berasal & padaNYA aku kembali.”

"Hanya pada ALLAH kuadukan susah & sedihku"; DIA yang menambah-lipatkan nikmat jika aku bersyukur, DIA yang menutup aib jika aku bermaksiat."


-@salimafillah

Saturday, March 1, 2014

✿ Jangan-jangan ✿


Jangan-jangan,
ada yang sedang menunggumu di pekarangan rumahmu yang nyaman.
memintamu keluar sambil mengulurkan tangan.
katanya: “Mari sini masuk dalam barisan.”

Jangan-jangan,
ada yang sedang menantimu di luar sana.
mengajak berlari bersama-sama.
yang menanti tanpa hentikan larinya sendiri.
yang menyempatkan diri, -pada nafasnya yang sudah mulai satu-satu-, untuk mengangkat lenganmu yang terjerembab kelelahan.
Katanya: “Bertahanlah, ini hanya sementara. Kita BISA! Sebentar lagi kita tiba!”

Jangan-jangan,
ada yang rela menahan nafasnya berlama-lama, berenang berlelah-lelah,
demi membangunkanmu yang tidur terlena. tenggelam dalam samudera yang dalam.
Dia yang tiada menyerah memutus mimpi-mimpimu yang fana,
lalu membawamu kepada udara.

Jangan-jangan,
entah dimana,
ada yang mendoakanmu diam-diam.
Diam-diam berdo’a. Do’anya diam-diam.
'celakanya' ia mendoakanmu pada akhir pertiga malam.
ia yang demikian tulus menjauhkan lambungnya dari hangat selimut.
menahan dingin air wudhu pada pagi yang berkabut.

Demi namamu di dalam do’anya:
yang dirimu sendiri bahkan mungkin tiada yakin, apakah ia-nya pantas terlantunkan demi engkau yang ikhtiarnya bahkan tiada mencapai rata-rata.
Tapi beruntung, do’a dalam tahajjud mungkin ibarat anak panah yang dilepas dari busur dengan cermat: ia akan mengena sasaran dengan tepat.

Jangan-jangan pada suatu pagi yang indah, ketika kau membuka pintu depan rumahmu itu, secercah senyum telah melengkung di depan mata.
ruas-ruas jarinya bertemu ruas-ruas jarimu.
katanya padamu: “Ayo kita segera berangkat, tenang saja, untukmu sudah kusiapkan bekal terbaik yang pernah ada.”
Lalu kau melihat kotak yang ia bawa.
Ah, sungguh kau bahkan tak terfikirkan untuk sekedar menjamunya dengan secangkir teh hangat, sementara ia bersusah payah, berberat-berat membawa sebaik-baik  bekal perjalanan mendaki surga: 'taqwa'.

Jangan-jangan,
di luar sana ada yang berpeluh-peluh mendoakan kebaikanmu.
menanti kesiapanmu.
mengetuk pintu rumahmu, mengulurkan tangan menjemputmu

Jangan-jangan ia memang nyata ada.

Sementara, berkacalah.
lihat dirimu,
apakah benar namamu-kah yang memang pantas tertulis pada do’a yang melesat ke angkasa fajar itu?
apakah pundakmu itulah yang pantas ia rengkuh?
apakah pintu rumahmu itulah yang pantas ia ketuk?

Ah, benar! ia nyata ada.

Belum sempat kau memikirkan jawaban dari kepantasan dirimu sendiri, telah kau dengar ketukan lembut namun menghujam tepat di hati.
Tetaplah dalam lingkaran
Bersungguh dalam kebaikan
Perbanyak yang diam-diam

Tidakkah sekarang kau curiga?

bahwa telah tiba giliranmu untuk mengulurkan tangan, mengulurkan cahaya lain di tengah kegelapan.
ditemukan.
menemukan.
mencari.
menjadi.

:’)

*Di jalan dakwah, ukhuwah kita tercipta..di jalan dakwah juga kita menua, insyaALLAH*