Saturday, December 22, 2012

✿ untitled ✿


kamu tahu rain,
Cinta itu cuma ilusi…cinta tercipta atas dasar ketakutan manusia menghadapi kehidupan, karenanya manusia kemudian membutuhkan cinta demi mendapat keberanian”

Dari awal aku selalu bilang sama kamu, bahwa mencintai itu sepaket dengan sakitnya”
"dan aku masih percaya bahwa cinta itu hanya candu yang melemahkan…

..........hening...........


✿ debat dengan gerimis di waktu senja  tentang CINTA ✿

Na meracau lagi bloggieee........(✿◠ ‿ ◠)

Friday, December 21, 2012

☂ hadirmu kunanti ☂


Kenapa harus menyalahkan hujan, ketika langit tak memberimu pelangi! Tak usah kau minta pun ia akan memberi, selama engkau bersabar dan tidak mengeluhkan derasnya hujan serta gelapnya awan yang menyelimuti hatimu!

Angin berhembus lembut, awan senja bewarna orange menghiasi langit menjelang sore. Apakah ini tanda bahwa hujan merindukan kita atau justru kita yang kembali merindukannya setelah beberapa hari ia pergi dan langit siang dihiasi terik sang mentari serta malam yang jernih berhiaskan cahaya para bintang....

Hujan, hadirmu begitu kunanti...

dearest, aku belum bisa lagi jatuh ke bumi, matahari dan angin selalu menghalau jika aku ingin menemuimu, bersabarlah dan kuatkan kesabaranmu. suatu hari aku akan datang menemuimu dimana tak ada lagi tangis dan duka, hanya ada pelangi

☂ surat dari rintik hujan beberapa saat yang lalu ☂ 

Thursday, December 20, 2012

✿ takut ✿

aku melihatmu dari balik jendela, engkau merayap di luar sana...
aku melihatmu dari tempat dudukku, engkau membias di balik jendela mataku...
aku melihatmu, selalu dan selalu melihatmu dari sini dengan hati syahdu..
namun aku tak akan pernah bisa menyentuhmu...
karena aku kucing, takut air  (✿◠ ‿ ◠)

Monday, December 17, 2012

✿ air mata sujud ✿

tersadar..
ternyata hati ini sangat lemah...
dari takbir ke tahmid, rukuk, ke sujud
yang ada hanya air mata..

ALLAHU RABBI...betapa semua skenario-MU aku tak pernah tau..
kebaikan dan hikmah apa yang terkandung dalam setiap jenak hidup yang ku lalui
aku tak pernah tau...

hanya berusaha meyakinkan diri,
bahwa ENGKAU akan selalu memberi yang terbaik untuk diri ini...

ALLAHU RABBI..
kerudung, sajadah dan air mata yang mengalir bagai gerimis ini akan jadi saksi
atas ridha yang slalu aku coba untuk hadirkan dalam hati
atas semua kehendak-MU...
meski menyesakkan..
meski pahit..
ENGKAU slalu tau
ada hati yang hancur dan remuk,  yang slalu mencoba menerima dan menerima semua ketentuan-MU
ikhlas itu Yaa Rabb, sangat berat..hampir tak kuasa pundak ini menahan bebannya

ALLAHU RABBI...Jika itu mau-MU..,
akan aku lakukan...
karena tak ingin ENGKAU berpaling muka dari ku atas semua kesalahan yang dilakukan hati ini

*menangis dari takbir ke tahmid, dari rukuk ke sujud...lemahnya hati ini Yaa Rabb*  :'((

Sunday, December 16, 2012

✿ rumus fisika ukhuwah kita (✿◠ ‿ ◠)


Apaaah? Si Coloumbus eeh, si Coloumb bergaya? Ahaha! Bukaaan…bukaaaan! Ini mah salah satu plajaran SMA! Iyaaa..!! Plajaran fisika..!! Kali ini Na nak ngajak puan dan tuan bernostalgilabernostalgia ke masa-masa SMA itu… (kalo kata sebuah lagu,” ….tiada masa paling Indaaah, masa-masa di SMA…”. Hmm…, buat kali ini Na sepakat dah sama itu lagu. Hihi). Tapi…tapi…, konon kabarnya, fisika itu plajaran paling serem yah? Paling rumit dan paling sulit? Aaaah, gak juga! (halaaaaah, gaya cuy! Padahal, dulu juga sempet pusing tujuh keliling kalo udah fisika! Hihihi).

Kamu, masih ingat rumusnya gaya Coloumb dalam suatu medan magnet? Jika kamu bukan mahasiswa jurusan fisika or sebagian dari jurusan teknik, atau pengajar fisika, kurasa kamu sudah lupa!! Hihi, cu'ujon duluan!! Tapiiii, caution! Belajar fisika, kalo Cuma sekedar tau rumus doang, paling-paling bertahan di otak kirinya yah Cuma sebentar tho! Ngafal rumus? Aaaah, paling tahannya juga Cuma sebentar saja. Paling, nanti juga kebalik-balik. Naaah, jurus jitu memahami rumus fisika adalah mengetahui asholah (asholah?? Hihihi), mengetahui keaslian rumus itu datangnya dari mana. Jadi, kalau sudah tau asholahnya dari mana, baru deeh, bisa paham rumusnya. Kalo udah gini, insya ALLAH, terekam dalam memory jangka panjang! Critanya, skarang ini, bagaimana mengotak-kanankan segala sesuatu yang ngotak kiri. HihiHI. (pake otak tengah ajah gih!). 


Hayoooo, masih ingat tak? Oke deeh, ta’ kasi bocoran ajah..! Gaya coloumb dalam suatu muatan medan magnet adalah… 


Nah, di sana, F adalah Gaya Coloumb (kuatnya medan magnet), k adalah konstanta yang sampai dunia kiamat pun takkan berubah angkanya, hihihi.. q1 adalah muatan magnet 1 dan q2 adalah muatan magnet 2. Sedangkan r adalah jarak antara kedua magnet tersebut. Dari si rumus, dapat diambil kesimpulan bahwa, besarnya atau kuatnya medan magnet berbanding lurus dengan muatan yang dimiliki oleh masing-masing magnet dan berbanding terbalik dengan jarak antara kedua magnet tersebut.
Jadiiii, semakin besar muatan yang dimiliki akan semakin besar kekuatan medan magnetnya dan semakin kecil jarak, semakin besar juga kekuatan medan magnitnya. Begitu pula sebaliknya. 

Lalu? Apa hubungannya?!

Hmm begini teman, rumus di atas adalah rumus ukhuwah kita! Iya! Rumus ukhuwah! 

Kita bisa menganalogikan kuatnya medan magnet itu adalah kekuatan ukhuwah kita, lalu muatan itu adalah muatan iman dari diri kita, dan jarak antara keduanya adalah kedekatan hati kita dengan saudara kita. 


Belajar dari rumus tersebut, maka, kuat atau tidaknya ukhuwah itu berbanding lurus dengan muatan iman kita dan saudara kita, dan berbanding terbalik dengan kedekatan hati kita. Semakin kecil jarak, artinya semakin dekat hati kita, maka makin kuatlah medan magnit ukhuwah kita. Pun demikian halnya, semakin besar muatan iman, semakin besar pula kekuatan ukhuwah itu. Hei, bukankah persaudaraan yang paling terindah dan paling kokoh itu adalah bersaudara dalam keimanan? Coba saja, jika iman lagi ngedrop, permasalahan ukhuwah akan lebih mencuat. Pun demikian halnya, jika tak ada kedekatan hati. Ukhuwah pun, dipertanyakan. 


Hmm…ukhuwah berikut dinamikanya! Bagaimana pun, ukhuwah adalah suatu anugrah terindah dari ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala. Bayangkanlah, ketika diri kita tiada punya ikatan nasab apapun, tapi kemudian ALLAH hadirkan rasa cinta, ada kebersamaan, dan ada saling menanggung beban. Masya ALLAH, sungguh indahnya...Maka, tiadalah yang lebih baik untuk dilakukan dalam meningkatkan kuatnya medan ukhuwah melainkan meningkatkan muatan diri dan memperkecil jarak hati kita…


sepakaaat..? mari berpelukaaaan *teletubies euuyy* (✿◠ ‿ ◠)

Friday, December 14, 2012

✿ Belajar (✿◠ ‿ ◠)


 



Masih kuingat jelas, hari ketika hujan deras membasahi bumi-MU dan dinginnya angin memeluk malam itu hingga tanah mencair dalam beku. Butirannya membasahi tubuh dan mendinginkan kelu, ia bukan hanya menggetarkan tapi juga membuat siapa pun yang beradu dengannya akan merasa kalah karena tak berdaya. Di malam itu aku
belajar, bahwa BELUMLAH APA-APA yang sudah kulakukan. BELUMLAH SEBERAPA, langkah yang terlanjur kutapaki. ENGKAU memberiku satu titik kontemplasi yang maha dahsyat, menyengat, sampai-sampai aku tertatih-tatih di bawah pohon-pohon yang rindangnya mulai habis setelah musim gugur mulai berdatangan. Di masa itu, aku BELAJAR, banyak sekali BELAJAR. Tentang yang namanya IDEALISME, tentang IKHLAS, tentang HARAPAN, juga tentang DO’A-DO’A panjang yang sering lalai untuk kuucapkan. Di masa itu kutanamkan dalam jiwa, bahwa masih banyak PR yang harus terselesaikan, masih banyak cerita yang belum sempat kusempurnakan dan kuakhiri dengan indah. Di masa itu, ENGKAU bukan hanya memberiku satu momen yang paling berharga, namun juga memberiku cahaya kelapangan untuk berpikir secara jernih. Di masa itu, setidaknya aku menafsirkan kuasa-MU yang jatuh melimpah dan mengairi gersangnya hati para penghamba.

Masih akan ada, cerita-cerita yang lebih melelahkan yang akan tercipta, karena ia adalah bentuk cinta-MU pada sang perindu syurga...Seperti dalam sebuah Hadits yang di riwayatkan oleh Tirmidzi “… Dan sesungguhnya jika ALLAH mencintai suatu kaum, ALLAH mengujinya. Maka barangsiapa Ridha dengan ujian ALLAH, baginya Ridha dari ALLAH..” Sungguh, bukan hanya sekedar pesan cinta, namun juga ujian bagi mereka yang benar-benar ridha(rela) dengan ketentuan-MU, atau juga ia bisa menjadi azab sebagai penggugur dosa-dosamu. Begitulah ALLAH, selalu bersahaja setiap pesan bijak yang IA titipkan dalam episode hidup kita. Kadang kita merasa kalah karena tak mampu melangkah, tapi, ALLAH lebih sering memberi kita harap untuk tak kenal lelah berusaha. Karena limpahan kasih dan rahmat-NYA memang tak berbilang, tak terdefenisi.



Dan di detik ini, aku bergetar kembali Yaa Rabb.. Setelah semalam kusalin dalam-dalam kisah perjalanan panjang para pejuang di bumi Palestina, kuredam diam-diam perasaan sedihku yang membuncah atas kerja-kerjaku yang tak seberapa, kupeluk erat-erat semua keresahan yang tiba-tiba hadir menggetarkan tubuh karena langkah-langkahku yang tak seindah senja. Semuanya benar-benar membangunkanku dari buaian dan kekotoran hati akan amal-amal yang belumlah seberapa. Merindui Abu Bakar, menangisi Umar bin Khathab, mencintai sosok mulia Salman Al Farisi, mencemburui kepandaian sang penghulu ilmu ALi Bin Abi Thalib, hingga menyesaki diri dengan sejuta pesona milik Ali Zainal Abidin Ibn Husain. ALLAHU… Mungkinkah kami, yang tak punya kontribusi dan kerja-kerja nyata ini bertemu dengan mereka ? Merasakan manisnya duduk bersama majelis Abu Bakar yang penuh kesederhanaan namun mulia, juga merambatkan getaran-getaran keberanian Umar bin Khathab yang mampu membuat takut kaum kafir hingga syetan durjana, ataukah, mampukah kami tak pernah habis kobaran-kobaran idealisme-nya seperti kuatnya karakter pemuda shalih Ali bin Abi Thalib ? ALLAHU.. kalaupun syurga dan derajat syuhada itu begitu jauh dengan kami. Maka berikan kami KESEMPATAN dan WAKTU untuk BELAJAR. Belajar untuk menaklukkan dunia dan mendahulukan kepentingan akhirat kami, belajar untuk memuliakan-MU melebih semua penghuni makhluk di bumi, hingga belajar bagaimana menjadi insan-insan tangguh yang selalu berorientasi kepada penghambaan yang kokoh untuk-MU.

Bayang-bayang sirah mereka masih tergambar jelas. Seperti senggukan Umar karena berselisih paham dengan Abu Bakar, seperti kuatnya karakter hati Salman Al Farisi atas Abu Darda, juga kesibukan hari Ali Zainal yang malamnya di isi dengan memanggul makanan bagi orang-orang papa. Bayang-bayang mereka mengganggu dan mengusik imaji-ku siang ini. Untuk mereka Yaa Rabb.. Kutitip berjuta rindu tak terkira.. Kukirim salam cinta terindah.. Kalaupun kami tak layak bersama mereka, izinkanlah kami terus mencintai mereka, meneladani mereka, hingga menjadikan jiwa-jiwa kami penuh dengan kobaran semangat mereka.


*141212..senja tanpa gerimis, dalam bayang2 kisah para shahabat* ☂

Friday, December 7, 2012

✿ bosan



Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai kemudian teriakku
Sepi… sepi dan sendiri aku benci
Ingin bingar aku mau dipasar
Bosan aku dengan penat
Enyah saja engkau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri..
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai...???

source : AADC