Wednesday, September 26, 2012


“Terkadang kita harus menggenggam tangan kita sendiri untuk meyakinkan bahwa diri kita kuat…
Terkadang.. ..kita juga harus melepas orang lain agar kita kembali bangkit…
Namun, kita tidak akan pernah bisa melepaskan ALLAH, untuk membuktikan bahwa kita mampu…
Ada jalan yang tidak pernah kita fikirkan dan ada kekuatan yang tidak pernah kita bayangkan…” 


“Bismillaah….
Biarlah ALLAH, saja yang menyemangati kita sehingga tanpa disadari stiap peristiwa jadi teguran atas KEKHILAFAN kita..
Cukuplah ALLAH, saja yang memelihara ketekunan kita karena perhatian manusia terkadang menghanyutkan keikhlasan…
Semoga ALLAH, menjadikan kita pribadi bermakna…
Saat berbaur menyemangati yang lain dan saat sendiri menguatkan diri sendiri!”

“beruntunglah orang-orang yang selalu optimis dalam menjalani setiap episode kehidupan, mempertahankan semangat dalam pergantian waktu, menjaga niat dalam kebaikan, dan menemukan ALLAH, di setiap gerak langkah…”

“Jangan katakan hari ini indah maka kita bahagia, tapi karena kita bahagia maka hari ini menjadi indah.
Jangan katakan tidak ada rintangan maka kita optimis, karena kita optimis maka rintangan menjadi tidak ada.
Jangan karena mudah maka kita yakin bisa, tapi karena kita yakin bisa maka semuanya menjadi mudah.
Jangan karena semua baik maka kita tersenyum, tapi karena kita tersenyum maka semua menjadi baik.” 


Jika kecerdasan yang dipadu dengan keimanan ada pada satu sosok, maka, sungguh amat mempesonalah ia! Menjadi pribadi magnetislah ia. Dan, akan selalu menarik!

Begitulah adanya dengan perjumpaanku kali ini dengannya. Sosok magnetis yang begitu mempesona! Subhanallaah. Cerdas yang dipadu iman! Tentu saja mempesona. Dan, itu ada pada satu sosok itu. Padanya, aku berikan satu kekaguman. Ia sungguh berbeda dari yang lain! Dan, diferensiasi itu lah yang membuatnya menjadi begitu menarik! Menjadi berbeda juga adalah sisi lain yang menarik bagiku. 

kali ini cerita si katak...cekidot yaaah ^_^



Di suatu negeri antah barantah, hiduplah seekor katak. Malangnya, sang katak sudah delapan tahun terkurung dalam suatu tempurung, sehingga yang ada di batok kepalanya adalah, tempurung itulah tempurung yang terbaik dan yang terindah. Heuu…kasihan sekali si katak itu yaah, delapan tahun berada di tempurung itu saja. Terkungkung. Katak dalam tempurung yang malang yaah. Hihi. Padahal, ada banyak loh, tempurung-tempurung lain, di sekitarnya! Sebenarnya sih, katak itu tau, kalau ada tempurung-tempurung lain di sekitarnya. Tapi, entah mengapa, ia masih saja terpaku pada tempurung itu. Barang kali ia telah tersepona (atau terbutakan?) oleh temprung itu saja. hihi. Entahlah. Kalau ditanya pun kepada sang katak, ia hanya mampu menjawab, “entahlaah…. Aku tak tahu mengapa begini. Aku pun sebenarnya tidak ingin berada di tempurung itu. Tapi…entahlah! Entahlah…”

Hingga suatu hari, terjadilah sebuah peristiwa besar pada sang katak, yang ‘memaksanya’ untuk keluar dari temprung itu. Sang katak, tergugu. Tergagap. Gamang! Pada mulanya! Lalu, teringatlah ia pada seorang eeh…seekor katak lain, sahabatnya, yang dulu juga bernasib sama. Sama-sama terkurung dalam sebuah tempurung. Tapi, kini sahabatnya itu telah terbebas dari tempurung yang mengungkungnya. Lalu, di saat sang katak itu terpuruk (heuu…dalam tempurung, bagemana pulak bisa terpuruk yaah? Ada-ada sajaa…..),ia segera menelpon sahabatnya itu yang kini sudah terpisah. Kalau dulu siiih

mereka pernah berada pada satu kampus per-katak-an yang sama. (hahay, makin ngaco ceritanya! Masa’ pulak ada katak punya henpon! Canggih beneer! Dan, aya-aya wae, ada pula katak yang punya kampus segalaa! Hihi! Maafkanlah….kalau cerita ini makin ngawur saja).

“Assalaamu’alaykum, Kataaaaaaak… Sudah lama kita tak jumpa. Apa kabarmu, Katak? Aku sungguh merindumu!” begitulah prolog perbincangan mereka.
“Waaah, kataaaak, aku baik-baik saja. iya, aku pun kangen padamu, Tak. Adakah kau sehat-sehat saja?”
“Hooo, aku sih alhamdulillaah sehat-sehat saja Katak!!”
“hehe, ada apa gerangan, tumben kau menelponku, Tak?” (heuu….karena biasanya katak itu senengnya ditelpon, bukan menelpon..wkwkwkwkwk…..)
“Huuhu, aku mau curhaaat Kataaaak.”
“Oh ya? Kenapakah? Apa yang bisa kubantu untukmu wahai sayangku, sahabatku?”
“Aku hanya ingin bertanya. Dahulu, bagaimana kau bisa berlepas diri dari tempurung itu? Aku membutuhkan nasihatmu, sahabatku…”
“Wah…wah….itu rupanya! Hee… Kau pun sebenarnya pernah menyaksikanku di episode yang malang itu kan, Tak?”
“Iya…iya..aku ingat! Aku pun menjadi orang yang menyemangatimu kala itu. Tapi, ketika aku ditimpa masalah yang sama, ternyata aku tidak cukup kuat menasihati diriku sendiri. Kini giliranmulah yang menasihatiku, sahabatkuuu…”
“Satu hal saja sayang, bahwa, kini aku merasa bersyukur bahwa aku pernah terkurung dalam tempurung itu.”
“He? Kenapa begitu, Katakku sayang?”
“Karena, dengannya aku mengetahui kebodohanku, berlama-lama terkurung dalam tempurung itu.”
Si katak tercenung! Hei, iya yah?! Betapa bodohnya! Delapan tahun terkungkung pada tempurung yang sama! Suatu hal yang bodoh! Tapi, sayang saja, karena tempurungnya mengungkung, tak sempat melihat-lihat! Iya, bener, semestinya bersyukur pernah merasakan terkurung dalam tempurung itu. Banyak sekali hikmahnya.
“Tak, kau masih di sana kan? Kenape diem euy?” terdengar suara dari seberang.
“oh…eh..hihi..iya, aku sedang meresapi kata-katamu, sahabatku.”
“Sahabatku sayang, hari ini…aku seperti ingin menertawakan diriku sendiri. Menertawakan kebodohanku di masa itu. Tapi, cukuplah ia menjadi pelajaran yang amat sangat berharga bagiku, Tak. Buanyaaaaaaaaak sekali hikmahnya. Dengannya aku bisa memperbaiki diriku. Dan, aku benar-benar bersyukur pada ALLAH yang telah memberikan ujian ini padaku. Kelak, kau pun akan merasakan, bahwa itu benar-benar suatu kebodohan. Tapi, memang, pada akhirnya, alhamdulillaah aku bisa belajar dari sini. Tahu gak, Tak? Betapapun inginnya aku dulu tetap berada dalam tempurung itu, karena aku tak dapat menyingkap keburukan-keburukan jika aku tetap bersamanya. Kini, aku bisa lebih membuka mata dan hati, bahwa tempurung itu tidak sesempurna yang kubayangkan! Barang kali, jika aku bersamanya, mungkin di tengah jalan aku menemukan sesuatu yang tak sesuai dengan apa yang kupikirkan selama ini tentang tempurung itu. ALLAH lebih tau mana yang terbaik, Tak. Aku benar-benar menyukuri itu.”
“Hmm…iya sahabatku.” Si katak bergumam. Meresapi kalimat-kalimat yang disampaikan sahabatnya. Membenarkannya! Ah, benarlah….benarlah!
“Katak sahabatku yang kusayangi, keluarlah dari tempurung itu. Dan lihatlah, betapa semesta ini begitu luas! Kau bisa melihat begitu banyak bintang-bintang gemerlap. Terangnya rembulan. Dan, kau PASTI BISA BERKARYA LEBIH BAIK! Pandangilah dengan mata hatimu, sahabatku!” Sahabat katak itu terus men-support. “Sahabatku, aku yakin kau bisa! Kau pasti bisa! Insya ALLAH, BISAAAA! Kau bisa berkarya, kau bisa belajar dari sini! Karena Allah tak kasi ujian pada hamba-NYA, di luar batas kesanggupannya. Aku yakin kau pasti bisa melewati ujian ini. Ada banyak katak-katak lain yang juga ditempa ujian yang sama. Pilihannya hanya dua. Kau ingin lulus, atau kau ingin gagal. Aku yakin, insyaALLAH kau pasti lulus, sahabatku! Jika kau lulus, maka, kau akan naik kelas! Kau akan menjadi lebih tinggi! Tetaplah bersemangat sahabatkuu! Semangat! Semangat! Semangat!”
“Hwaaaaa….makasiih yaah, Kataaaak. Kau memang sahabat terbaikku! Trima kasih nasihatnya.”
“Iyaaa….sayangku! Eh, Tak. Kau harus datang yaah, insyaALLAH aku telah menemukan tempurung yang paling tepat. Kau harus jadi panitia acaraku nantinya!”
“Wooww! MasyaALLAH! Tentu saja, sahabatkuu! Tentu saja! Aku harus jadi panitia utamamu. Hihihi.”

Seusai menelpon, sang katak mulai bermuhasabah. Berkotempelasi di suatu sudut negeri. (hahay, katak lebay!). Perlahan, ia pun tak gamang lagi! Ia pun menjadi kuat kembali. Tak tergugu maupun tergagap. Perlahan, ia pun mulai keluar dari tempurung itu. Dan, betapa takjubnya ia, dapat melihat gemerlapnya langit dengan taburan bintang. Ia pun dapat melihat, sinar rembulan yang begitu terang.

Subhanallaah…
Subhanallaah..
Walhamdulillaah…

Sang katak bersyukur pada ALLAH, karena ALLAH telah memberikan suatu tempaan padanya. Meski ia sempat tergagap, dan begitu gamang, tapi, sang katak itu yakin, bahwa ALLAH-lah tempat ia bergantung. Segala kekuatan adidaya yang mahapower hanyalah milik ALLAH. Lalu, ketika telah disandarkan hanya pada Dzat Yang Maha memiliki kekuatan megapower itu, adakah kesedihan lagi? Masih adakah kegamangan lagi? Tentu saja tidak! Tentu saja tidak! DIA di atas segala-galanya.

Katak itu pun tersenyum riang. Ketika ia kini bisa melihat luasnya semesta setelah sebelumnya terkungkung pada tempat sempit dalam tempurung itu. Katak itu pun ingin berterima kasih, pada tempurung itu, karena oleh sebab dialah, pada akhirnya ia menjadi banyak belajar.

Aku ingin, memetik satu bintang yang gemerlap itu. Aku yakin, aku pasti bisa, insyaALLAH!! Sang katak mulai memancangkan azzam!

Hehe, demikianlah cerita sang katak. Temaaaan, do’a ini sang katak itu yaah, agar ia terus bersemangat. Seperti itu. Lihatlah kini, ia sudah melompat-lompat ceria!!

jatuuuh ^_^



Setiap jatuh itu menyakitkan. Apapun bentuk jatuhnya! Ahli fisika sendiri, telah menemukan rumus jatuh bebas kan yah? Bagaimana pun, jatuh tetaplah sesuatu yang menimbulkan rasa sakit. Besarnya rasa sakit berbanding lurus antara tingginya tempat jatuh (h) dan lamanya (t). h = ½ gt2. Apalagi, jatuh setelah gerak vertical ke atas. Karena, kau sempat melambung dulu sebelum kau terhempas ke bawah. Karena ada Vot dulu sebelum ½ gt2.

Kau tahu?! Ada jatuh yang juga lebih sakit lagi! Jatuh cinta! Hihi. Iya! Jatuh cinta! Di saat yang belum tepat, tentunya. Sakitnya, tergantung sedalam apa (h) dan selama apa (t). Apalagi jika reversible. Jika reversible, maka bukan hanya jatuh bebas, tapi juga ada gerak vertical ke atas sebelumnya. Lebih menyakitkan lagi! Heuu…

Makanya, jika kau ingin memilih, janganlah pilih JATUH cinta. Tapi, pilihlah BANGUN cinta! Bangun di saat yang tepat, pada orang yang tepat saja. Sebab, BANGUN cinta itu seperti GLBB… Ada energy awal, yang juga berbanding lurus antara kedalamannya (s) dengan waktunya (t). s= Vot + ½ at2. Maka, niscaya dengannya takkan kau temukan adanya kesakitan. Sebab, grafiknya akan selalu menuju ke atas.

Siiiip?!
Sepakat!? 


Dalam hidup, selalu ada pilihan antara menikahi orang yang dicintai, atau mencintai orang yang dinikahi. Yang pertama hanyalah kemungkinan, sedangkan yang kedua adalah kewajiban. Ada dua pilihan ketika bertemu cinta. JATUH cinta dan BANGUN cinta. Padamu, aku memilih yang kedua. Agar cinta kita menjadi istana, tinggi mengapai surga.
(Salim A Fillah, 2007, dalam “Saksikan Aku Seorang Muslim”)

berdamai dengan hati ^_^


Menyediakan satu ruang bagi hati untuk tidak terwujudnya harap itu..!!
Seperti punguk yang rindu pada sang rembulan. Hmm…basi mungkin...!!!
Tapii begitulah. Memang, harus ada satu ruang untuk segala kemungkinan terburuk.
Bukan...!!! Bukan hendak menghentikan harap-harap itu...
Bukan pula untuk mencekal ke-optimisan maupun semangat yang terus digaungkan...
Bukan pula hendak memberikan sugesti negatif dan menisbikan postive thinking...
Hanya sebuah ruang saja. Hanya sebuah ruang kecil saja. Untuk sebuah harap yang mungkin saja tak terwujud...

untitled


hujan telah turun…
membangunkan tunggak rumput dan lalang di padang hibernasinya…
geliatnya menghijau seluas cakra pandang…
serombongan domba wol bagai khalifah ihram berbaris riang…putih…anggun…

hujan telah turun…
mengkuyupi ladang2 kapas di dataran…putih…menguncup dan malu-malu melambai…

hujan telah turun…
menerbitkan titik bening di pucuk2 mulberry…
daun2 itu mengerjap dan tumbuh malu-malu…
dan ulat-ulat sutera riang mengunyahnya
sambil bertasbih memuji ALLAH…

( QS. Al-Hadiid: 1- 9 )



Whatever is in the heavens and the earth declares the glory of Allah, and He is the Mighty, the Wise.


His is the kingdom of the heavens and the earth; He gives life and causes death; and He has power over all things.

He is the First and the Last and the Ascendant (over all) and the Knower of hidden things, and He is Cognizant of all things.

He it is who created the heavens and the earth in six periods, and He is firm in power; He knows that which goes deep down into the earth and that which comes forth out of it, and that which comes down from the heaven and that which goes up into it, and He is with you wherever you are; and Allah sees what you do.

His is the kingdom of the heavens and the earth; and to Allah are (all) affairs returned.



He causes the night to enter in upon the day, and causes the day to enter in upon the night, and He is Cognizant of what is in the hearts.

Believe in Allah and His Apostle, and spend out of what He has made you to be successors of; for those of you who believe and spend shall have a great reward.



And what reason have you that you should not believe in Allah? And the Apostle calls on you that you may believe in your Lord, and indeed He has made a covenant with you if you are believers.

He it is who sends down clear communications upon His servant, that he may bring you forth from utter darkness into light; and most surely Allah is Kind, Merciful to you.



Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.

Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.

Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman.

Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al-Quran) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu.

( QS. Al-Hadiid: 1- 9 )