Friday, October 5, 2012

this is for muslimah...



Tidakkah kau mencintai ku? 
Hanya ini yang ingin kutanyakan jika saat itu aku bisa bersuara
 
Tak pernah kuduga bahwa aku adalah orang pilihan yang tlah dipilih oleh ALLAH
hingga akhirnya Dia menciptakanku, membentukku, dan menghidupkanku dalam kegelapan yang memiliki tiga lapisan tebal agar membuatku hangat di dalamnya
 
Kukira aku adalah buah hasil cintamu
 
Ternyata aku adalah buah hasil ketidakinginanmu

Betapa sedihnya aku saat mengetahui keberadaanku malah membawa malapetaka untukmu Kau dibuat resah, kau dibuat takut, kau dibuat tidak nyaman, kau dibuat kesakitan sampai kau dibuat menangis sejadi-jadinya hanya karena keberadaanku 
Aku yang mendambakan dekapan hangatmu, riangnya suaramu memanggil namaku.. hanya mampu bertanya-tanya..
 
Tidakkah kau mencintaiku?


-------------------------------------------------


Secara ga sengaja ngeliat berita di televisi yang mulai disibukkan dengan kabar tindak kriminal yang setiap mendengar atau melihat atau membaca kasus itu, sekejap dahi ini langsung mengernyit dan tangan Na spontan memegang perut

Tak lain yang Na maksud adalah berita aborsi...

Begitu mudahnya aborsi dilakukan hingga tindakan saat aborsi pun diabadikan dalam video..

Yaa ALLAH, ampunilah kami yang penuh kelalaian ini....

Semenjak Na merasa diri Na sudah seharusnya khawatir dengan sesama perempuan, melihat keburukan-keburukan yang terjadi disebabkan atau diakibatkan dari seorang perempuan.. rasanya hati ini benar2 sakit dan tak jarang Na dibuat menangis karenanya


Aku adalah kamu dan kamu adalah aku,
karena kita sama2 makhluk ciptaan ALLAH yang bernama perempuan
 Apa yang kau buka, bagianku pun ikut terbuka Apa yang kau lakukan, tubuhku pun ikut merasakan Walau kita berbeda badan, tapi kita memiliki jiwa yang satu


Mendengar kabar aborsi makin marak apalagi di kalangan gadis remaja yang belum nikah, hati ini makin tak menentu. Semakin mengingat peringatan dari ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala, bahwasanya neraka penuh dengan wanita

Yaa ALLAH Yang Maha Melindungi, lindungilah kami dari siksa api neraka-MU...


Jika seandainya Na adalah yg ingin melakukan aborsi itu (na'udzubillah) apa yg Na pikirkan?

Ternyata memang jika sudah dapat bisikan syetan, aborsi adalah jalan yang pertama dan menjadi pilihan untuk dilakukan

Tak mungkin dengan keadaan Na yang masih belia dan sekolah ini menimang seorang bayi..
Bagaimana mau memberinya makan? Na sendiri masih membutuhkan gizi untuk bertumbuh dan berkembang. Belum lagi makanan bayi pun sangatlah mahal, Na dapat uang dari mana? laki2 yang bertanggung jawab pun hidupnya juga masih bergantung dengan orang tuanya..

Dan masih banyak alasan lagi yang diusulkan oleh syetan agar aborsi tetap terlaksana dan benarlah... setelah aborsi dilakukan, tak sedikit perempuan yang gagal menjadi Ibu tersebut merasa menyesal di kemudian harinya(tapi kebanyakan menyesalnya karena rasa sakit yang tak hilang akibat aborsi.. TT____TT)


Mamah Na pernah mengatakan, bahwa sebenarnya saat janin tersebut ingin dikeluarkan secara paksa, ia mencoba 'berlari' kesana kemari dalam rahim sang Ibu. (Beliau pernah melihat video saat janin seorang Ibu terpaksa dikeluarkan karena jika tetap dilahirkan, akan membahayakan nyawa salah satu antara Ibu atau anak) 

" Janinnya gerak2 De, dia berusaha menjauhi tangan yang mau mengeluarkan dia , sedih melihatnya.."


Masya ALLAH..

Sebenarnya Na ga mau menuliskan postingan tentang aborsi, karena rasanya sakit banget. Tapi makin banyaknya kasus aborsi juga disebabkan kelalaian Na sebagai perempuan, khususnya sebagai seorang muslimah untuk menyampaikan betapa pentingnya kita menjaga diri

Disebutkan dalam salah satu ayat dalam Al-Qur'an, bahwasanya ALLAH menjadikan indah pandangan manusia dalam cinta terhadap apa yang diinginkannya, termasuk diantaranya adalah wanita ( coba intip QS. Ali-Imran: 14)

Sudah tau kalau kita ini dibuat indah, maka janganlah mempertontonkan keindahan ini kepada yang bukan mahram kita..

Teringat pula dengan salah satu hadits yang mengatakan bahwasanya jika ada seorang perempuan keluar dari rumahnya, maka syetan langsung mengerubunginya. Dibuatnya mata yang bukan mahram memandang kita dengan nikmatnya..

Astaghfirullah.. Yaa Rabb.. sungguh.. maafkanlah kami..



Wahai engkau yang satu jiwa denganku Tutuplah auratmu mulai sekarang, mulai hari ini, mulai jam ini, mulai detik ini, mulai dari ketika engkau menarik dan menghembuskan napasmu di waktu ini
Wahai engkau yang diciptakan dengan segala keindahan
Jagalah dirimu dengan sebaik-baiknya
Senantiasalah memohon perlindungan kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala
karena hanya DIA-lah sebaik-baik pelindung bagi kita
 
Wahai engkau yang kucinta, 
Sayangilah dirimu... 
Tunjukkanlah bahwa kita bukanlah penghuni neraka
 
Buktikanlah bahwa surga ada dibawah telapak kaki kita


Mungkin, Na pun ingin mengajak teman2 sesama perempuan untuk berbagi risau dan pikir tentang keadaan perempuan saat ini. Seperti yg Na tuliskan sebelumnya, aku adalah kamu dan kamu adalah aku, kita berbeda badan tetapi punya jiwa yang satu. Kita sama2 memperbaiki citra wanita yang sesungguhnya ALLAH sudah memuliakan makhluk ini semenjak diciptakan-NYA pertama kali


Perempuan yang menutup aurat secara sempurna bukanlah perempuan yang tidak mengenal mode, melainkan satu-satunya mode yang dicintai ALLAH dan Rasul-NYA adalah pakaian yang menutup aurat

Perempuan yang ada di rumah bukanlah perempuan yang dikekang dari dunia luar, melainkan karena ingin lebih menjaga diri

Perempuan yang tidak bekerja dan hanya menjadi Ibu Rumah Tangga bukanlah perempuan yang patut dikasihani, melainkan patut dicontoh dan dibanggakan karena ia sudah melakukan pekerjaan yang terbaik di muka bumi ALLAH, yaitu mengurus anak dan suaminya


Ini semua kulakukan demi cintaku padamu hanya karena ALLAH semata..

Semoga kelak, kita dipertemukan ALLAH dalam surga-NYA...aamiin Yaa Rabb

'kamarku syurgaku ^_^


Sibuk iri melihat pemandangan orang2 yang menuju rumah ALLAH saat adzan berkumandang, tiba2 saja terlintas dalam pikiran Na, " Bagaimana kalau Masjidnya pindah ke dalam kamar?? "

Masjid adalah tempat yang terbaik di muka bumi ALLAH karena di dalam masjid banyak kegiatan yang baik yang dapat dilakukan. Nah, karena anak perempuan lebih baik shalatnya di rumah dan lebih baik lagi di kamarnya sendiri.. Na berpikiran, bagaimana kalau kamarku diubah layaknya seperti masjid? Itung2 biar ga ngiri terus sama bapak2 yang senantiasa merasakan nikmatnya 'berduaan' dengan Allah saat berada dalam rumah Allah (hehehe..)

Setelah timbul pikiran itu, lantas pikiran tersebut diubah menjadi niat, " Yaa ALLAH aku ingin mengubah kamarku layaknya seperti sebuah masjid dimana banyak amalan ibadah yang bisa dilakukan disana bisa kukerjakan dalam kamarku ini.. mohon ridho dari-MU Yaa ALLAH.. "

Dan.. wuss.. satu per satu mulai diatur..

Awalnya yang dirapihkan adalah buku2. Yang tadinya lemari penuh dengan buku2 kuliah.. secara sekarang dah ga kuliah lagi alias nganggur, akhirnya buku2 itu 'plek' ta' masukkin ke dalam kardus gede. Lalu tempat buku2 kuliah itu Na tukar dengan buku2 yang berbau Islami. Tiap ngelirik ke tumpukan buku2 Islami itu.. rasanya si buku pada bilang, " Hayoo.. jangan ditaro ajaaa.. dibaca Neeeng... bacaaa... " (ahaha, kl sudah datang perasaan ini rasanya Na cuma bisa tertawa meringis dan bilang.. iya bu..sabar..atu atu yak...)
Terserah sih mau nyediain waktu baca bukunya kapan, lebih enak kalau sehabis shalat biar nuansa nikmatnya bermunajat pada ALLAH masih terasa (tapi kadang2 Na suka ketiduran ^^;;; )

Lalu, sediakan selalu Al-Qur'an kesayangan di tempat yang mudah dijangkau dan mudah terlihat. Dan sebisa mungkin diletakkan di tempat yang baik karena Al-Qur'an itu adalah suci. Trus.. jangan cuma sekedar dipajang aja. Minimal satu hari dibaca Al-Qur'an nya.. walaupun cuma beberapa baris juga ga papa. Karena katanya nanti di akhirat, Al-Qur'an bisa membantu memberikan cahaya buat kita loh (eh, bener ga yah? yang Na inget sih gitu..betulkan yah klO Na salah)

Biar tambah khusyu' dan ada 'ruh' di kamar, rajin2 muter ceramah atau lantunan Al-Qur'an. Tadinya Na punya radio dan rajin muter radio yang isinya ceramah dan bacaan2 Qur'an. Tapi semenjak posisi kamar dirubah2, alhasil colokan buat nyolok ke radio jadi susah (ah, bahasanya jelek banget..tapi paham kan yah maksudnya??). Akhirnya sekarang kamar Na jadi sepi sama lantunan Al-Qur'an.. tapi sekarang lagi berusaha 'mengisi' lagi kamar Na dengan puter mp3 Al-Qur'an lewat hape.. hehehe.. ga ada radio, hape pun jadi laaah~

Terus.. sediain peralatan shalat yang lengkap. Ga cuma sekedar mukena, sarung dan sajadah aja. Tapi perlengkapan (eh,tadi bilangnya peralatan yak??) shalatnya kudu yang bersih nan wangi. Terkadang masih banyak yang merasa bahwa shalat itu adalah kebiasaan dan kewajiban bukan kebutuhan (termasuk Na sendiri). Padahal shalat itu kan adalah saat2 dimana kita bertemu dengan ALLAH, bukannya sebaiknya menggunakan pakaian yang terbaik ya? jadi, mulai dari ada perasaan 'malu' sama ALLAH-lah.. 
Na mulai mengubah kebiasaan pake mukena ala kadarnya menjadi mukena yang ga ala kadarnya lagi (hehehe). Mukena yang dipake adalah mukena yang bersih dan menurut Na bagus. Dah gitu pakein minyak wangi biar harum (boleh loh, kan ga ada yang nyium kecuali kita sendiri). Ga cuma di mukena nya aja, di sajadahnya juga boleh.. kan biar enak juga saat sujud (pernah nyium bau apek saat sujud? klO Na pernah dan buat Na ga betah lama2 bersujud TT___TT)

Inilah beberapa tips dari Na memindahkan masjid ke dalam kamar. Walaupun kita ga bisa ikutan memakmurkan masjid seperti bapak2 yang senantiasa memakmurkan masjid, setidaknya kita bisa menghidupkan amalan yang mereka kerjakan dalam masjid di dalam kamar kita sendiri, InsyaALLAH..
Kalau sudah ada perasaan kamarku seperti sebuah Masjid, akan timbul perasaan 'malu' untuk berbuat yang tidak baik karena merasa ALLAH senantiasa melihat kita (sebenarnya sih perasaan dilihat ALLAH ini harus selalu ada karena memang ALLAH senantiasa melihat kita bahkan saat kita ditempat tersembunyi)


Begitulah, teman..
Tentunya postingan ini banyak kesalahan karena ini hanyalah ceracauan si itik aja. Jadi, mohon maaf dan maklum sebesar-besarnya yaaah~




kalau 'rumahku surgaku' diganti menjadi 'kamarku surgaku'
boleh ga yaaah..?
















ajak kita pinter dong...!


Kalau mau pinter.. jangan sendirian atuh..

ajak-ajak kita..


Sewaktu masih kuliah dulu, saat zamannya tugas kuliah berkelompok, pernah terjadi suatu perbincangan yang kukira itu hanya selentingan biasa.. tapi saat ini Na sadari bahwa selentingan itu bukanlah selentingan biasa, namun benar2 luar biasa

Na dulu termasuk tipe mahasiswi yang 'suka' sekali dengan kerja kelompok. Saking 'suka' nya sampai membuat beberapa teman beranggapan, " wah, kalo ada si wide di klompok kita sih.. kerjaan berees!! "

Waow.. apa itu berarti baik atau tidak ya? selidik punya selidik, setelah Na sibuk bertanya kemari pada teman2 " apa iya Na segitu hebohnya kalau lagi kerja kelompok? " dan ternyata tak sedikit yg menjawab.. " iya wide, kamu kalo lagi kerja kelompok semangatnya paling membara sendiri, serasa ga papa kalo yg lain ga kerja.. "

Hee??? iya kaah???? kok Na sendiri tak menyadarinya ya TT___TT

Sampai pada akhirnya, Na teringat dengan ucapan salah seorang teman Na yang dengan nada sedikit berguyon,


" de.. kalo pinter jangan sendiri atuh.."


-------------------------------------------------------------------


Kejadian beberapa tahun silam yang lalu terungkit kembali saat siang tadi Na membaca buku mengenai keutamaan beramal, yaitu keutamaan untuk menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar

Disebutkan bahwa 'Aisyah Radhiallahu 'Anha bertanya pada Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam (yg kurang lebih berbunyi seperti ini)

" Ya Rasulullah, jika terdapat orang2 yang senantiasa berbuat kemaksiatan dan hidup bersama2 dengan orang2 yg saleh, apakah ALLAH akan mengadzab salah satunya atau keduanya?" Dan Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam menjawab, " ALLAH akan mengadzab mereka karena masih terdapat kezhaliman "

Sesudah membaca hadits di atas membuat Na bertanya-tanya. Bukankah kalau dosa itu ditanggung sendiri-sendiri ya? lantas kenapa si orang shaleh itu tetap kena adzab? kan yang dosa bukan dia...

Lalu teringat dengan hadits yang kurang lebih berbunyi,
" Ketika menemukan suatu kemungkaran, jika mampu maka ubahlah dengan tangan, jika tak mampu dengan tangan maka ubahlah dengan lisan, dan jika tak mampu dengan keduanya maka ubahlah dengan hati, itulah selemah-lemahnya iman " 
(yg pasti ini salah, mohon maaf ya dan jika ada yg tau benarnya, tolong benarkan aku teman2..)

Dalam buku tersebut dikatakan bahwa sekarang ini, cobalah merenungi akan kemungkaran yang sering terjadi dihadapan kita. Apakah iya kita sudah mampu mengubahnya dengan tangan? dengan lisan? jangankan keduanya, bahkan hati pun sama sekali tak tergerak. Saat ini kita melihat kemungkaran terjadi di depan mata kita sebagai suatu hal yang lumrah, sampai hati ini tak merasa bersalah dan berdosa membiarkan kemungkaran itu tetap terjadi. Padahal mengubah dengan hati adalah selemah-lemahnya iman...

Maka benarlah apa yang diucapkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam, bahwa jika terdapat orang2 yang berbuat maksiat hidup bersama dengan orang2 yg shaleh maka ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala akan tetap mengadzab semuanya, dikarenakan orang2 yg shaleh itu tak mau mencegah terjadinya kemaksiatan sedangkan sebenarnya mereka mampu melakukannya..


Ya ALLAH, maafkanlah atas segala kelalaian kami.. kami mohon perlindungan-MU..


Ternyata, apa yang diutarakan oleh teman Na itu tak sekedar selentingan atau guyonan, melainkan peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala melalui teman Na untuk Na..

Yap.. kalau kita itu pinter, ternyata ga boleh nyimpen kepinteran itu untuk diri sendiri melainkan kudu dibagi2 juga buat orang lain. Pinter disini adalah hanya sebagai perumpamaan, sedangkan maksudku tak lain adalah dalam hal agama. Ternyata ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala akan tetap memberikan adzab-Nya pada orang2 yg shaleh dikarenakan mereka tak mau menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar kepada orang2 yg belum shaleh (duh.. maaf.. aku tak pandai berkata2, semoga teman2 memahami maksudku..)

Kita tau bahwa berantem itu tidak baik, jika kita melihat ada orang yg lagi berantem dan kita mampu mendamaikan mereka, maka damaikanlah. Kita tau bahwa shalat itu sebaiknya dilakukan tepat waktu (tak hanya lima waktu), jika kita melihat ada orang yg belum shalat tepat waktu, maka ajaklah ia. Kita tau bahwa seharusnya wanita berpakaian menutup aurat, jika kita melihat ada yang belum menutup auratnya dan belum ingin menutup auratnya, maka sedihlah hati kita karena Allah belum memberikan hidayah-NYA dan berdoa semoga Allah memberikannya hidayah..


Lalu Na berpikir, ternyata kalau kita rusak satu.. rusak semuanya dong ya. Situ yang berbuat kejahatan, tapi sini juga ikut kena imbasnya. Bisa jadi orang yg membuat kejahatan tidak tau menahu bahwa apa yg dia lakukan adalah suatu kesalahan dan saat mengetahui ada orang lain yang tau bahwa apa yg ia lakukan adalah salah.. pasti ia akan berkata, " Kenapa ga ngasih tau?? kok malah dibiarin??? "

(iya ga? apa itu hanya pikiran Na aja??)

Karena kalau aku yg ada di posisi si pembuat kesalahan tentunya akan bertanya2 dan agak marah (ah, maaf..saya orangnya rada emosian sih..)pada orang yang tau kalau saya ini salah dan tak mau mengatakannya pada saya hingga pada akhirnya aku tetap melakukan kesalahan itu..(walah... mulai acakadut.. dari Na ke aku ke saya dan balik ke aku lagi...TT__TT)

Salah seorang sahabat Na pernah berkata, " jangan sampai kau tak memberitahuku perihal bagaimana cara mendekatkan diri pada ALLAH dan Rasul-NYA "

Waktu dibilang gitu, ciutlah hati ini. Apanya yg mau diberitahu, padahal Na sendiri masih ga beres dengan cara Na sendiri.. masa mau berbagi ke orang lain?

Tapi ternyata, tiap2 diantara kita itu memang sangat amat membutuhkan orang yang menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar. Bisa jadi amalan yang kamu lakukan lebih baik dari yg Na lakukan, walaupun amalan itu hanya setitik bagimu, bagi Na bisa menjadi seperti gunung..

Lagipula.. manusia itu kan pelupa, jadi butuh orang yang mengingatkan.. hehe.. ya ngga?? (iya aja ya..)

Menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar adalah sesuatu yang sudah diperintahkan ALLAH untuk kita. Bahkan (kalau ga salah inget) ternyata kita ini sebagai umatnya Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam adalah umat yang diberikan kelebihan oleh ALLAH dari umat-umat sebelumnya, dimana kita telah diciptakan oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala untuk saling menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar kepada sesama

Bangga kan? eh tapi tunggu dulu, jangan sampai kebanggaan ini membuat kita jadi sombong. Karena kesombongan itu hanya boleh dimiliki ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala

Saat menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar pada orang lain, yakinkan pada diri sendiri kalau kita berbuat itu untuk memperbaiki diri sendiri bukan untuk merubah orang lain. Kita mengajak orang lain berbuat baik dan mencegahnya berbuat jahat semata2 hanya karena perintah ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala. Ajak saudara kita untuk ikut shalat berjamaah tapi ternyata ditolak.. ya sudah jangan dipaksa.. toh kita sudah mengajaknya, perihal dia mau atau tidak serahkanlah pada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala (tapi abis itu kita berdoa sama ALLAH minta maaf sama ALLAH.. karna mungkin penolakan itu terjadi karna kita sendiri masih ga bener cara ngajaknya.. dan berdoa semoga ALLAH memberikan hidayah pada saudara kita)


Karena itulah teman.. yuk, bareng2 mulai sekarang sibukkan diri menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar kepada sesama. Walaupun ajakan kebaikan itu cuma sebatas ' senyum itu sedekah' dan mencegah keburukannya sekedar ' jangan merokok, nti sakit loh ', insyaALLAH.. ALLAH akan menyenangi amalan kita itu.. insyaALLAH, aamiin Yaa ALLAH..


Semoga postingan kali ini bermanfaat baik untukku sendiri atau siapapun yang membacanya, aamiin Yaa Rabb.

Mohon maaf dan maklum ya teman2, karna banyak kesalahan dan kekurangan dimana2.. (waaaow.. baru sadar.. postingan ceracauannya puanjang yaaaaaaa TT____TT)




Jadi..

Apa ada yang mau disampaikan?

untitled

Kuurai rindu yang tak bertepi...
Pada Temu Kangen di sebuah rumah maya... 
agar terselip senyum dan kuhiasi hari dengan taburan doa...
Jazakumullah khaer atas Kisah Kita di Senja penuh gerimis...

untitled

gerimis menjelang senja ditemani dengan secangkir kerinduan yang hangat ^_^

*ada cerita tentang kebersamaan kita*

manusia agung itu :')


apakah kita menyadari

bahwa saat ini kita berbahagia asbab penderitaan

yang dialami oleh Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam, para sahabat dan sahabiyah?



Dulu.. sebelum Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam mulai berdakwah, beliau Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam memiliki banyak julukan yang baik-baik. Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam terkenal sebagai pemuda yang dapat dipercaya, jujur, amanah dan sifat-sifat baik lainnya yang memang ada dalam diri Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam...
Namun ketika Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam mulai mengerjakan usaha atas agama, panggilan-panggilan itu tak ada lagi... panggilan-panggilan itu bahkan berubah menjadi cacian dan hinaan..
(Na tak sanggup menuliskan apa saja cacian itu... terlalu sakit untuk menulisnya TT____TT )

Jika Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam pulang ke rumahnya sehabis mendakwahi ummatnya, tak jarang pakaian yang beliau Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam kenakan itu menjadi penuh debu bahkan terkadang disertai adanya kotoran-kotoran yang dilempari orang2, atau darah yang mengucur akibat dilempari batu...
( ALLAH....... mataku semakin berkaca2...)

Pernah suatu ketika, Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam pulang larut malam karena seharian berusaha untuk berdakwah pada ummatnya. Diketuk pintu rumahnya sekali-dua kali tak ada sahutan, lalu dengan membentangkan kain surbannya, Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam pun tidur di luar rumahnya. Ketika pagi menjelang, terkejutlah istrinya, Khadijah Radhiallahu 'Anha melihat sang suami tertidur diluar. Lantas, Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam pun langsung bangun dan meminta maaf kepada istrinya,

" Maafkan aku. Aku tak mau mengganggu tidur pulasmu, jadi aku tidur disini semalam "

Subhanallah..................


Pun, tentang beliau, Khadijah Radhiallahu 'Anha

Pada suatu hari, Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam pulang ke rumah dan melihat istrinya, Khadijah Radhiallahu 'Anha sedang sibuk menyusui anaknya, Fathimah Radhiallahu 'Anha. Betapa terkejutnya Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam, ketika mendapati bukan air susu yang keluar dari istrinya melainkan darah...

Setelah menenangkan dan menidurkan anaknya, Khadijah Radhiallahu 'Anha pun mendatangi suami tercinta. Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam meletakkan kepalanya dalam pangkuan istrinya seraya berkata,

" Wahai istriku, tidakkah engkau merasa menyesal karena memiliki suami sepertiku? dulu sebelum engkau kunikahi, kau adalah janda terkaya disini, kekayaanmu melimpah ruah, namamu terpandang.. tetapi kini, bahkan untuk menyusui anakmu saja kau harus mengeluarkan darah karena tidak ada apa2 lagi yang kau miliki saat ini... "

Dengan lembutnya, Khadijah Radhiallahu 'Anha menjawab,

" Wahai Rasulullah, jika aku nanti mati dan tidak adalagi harta kekayaan sepeninggalku sedangkan engkau ingin pergi berdakwah menyebrangi lautan.. maka galilah kuburanku.. gunakanlah tulang-tulangku untuk menjadi perahumu... " 



Na pun menangis.... tak kuasa membendung air mata ini mendengar kisah yang begitu dahsyat...

Sadarkah kita bahwa saat ini kita berdakwah dengan penuh kemudahan asbab perjuangan-perjuangan para anbiyaa, para sahabat dan sahabiyah.. perjuangan Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam? jika dengan kemudahan-kemudahan ini tetap membuat kita tak mau melanjutkan perjuangan mereka.. apa yang harus kita katakan pada mereka di akhirat nanti?


Apa yang akan kau katakan kepada para janda-janda yang ditinggal mati oleh suaminya yang syahid karena dakwah di jalan ALLAH?

Apa yang akan kau katakan kepada anak-anak yang yatim piatu karena kedua orangtuanya syahid di jalan ALLAH ?

Apa yang akan kau katakan kepada Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam yang sudah mengorbankan segala-galanya untukmu?

Apa yang akan kau katakan kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala??


Seandainya usaha atas agama ini terus dilakukan maka ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala akan memberikan keberkahan-keberkahan pada kita. Dari keberkahan semasa hidup hingga keberkahan saat kita sudah mati...

Maka sebaiknya kita azzam dalam diri kita, untuk mengorbankan harta, waktu dan diri kita untuk agama Allah... insyaALLAH


Subhanallah wa bihamdihi, Subhanakallahumma wa bihamdika Asyhadu Allaailaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaih

******************************************************************************

Berikan dorongan pada suami-suami anda agar lebih banyak berkorban lagi. Ridhoilah kepergiannya untuk berdakwah, disebutkan bahwa air mata seorang istri yang ridho akan kepergian suaminya untuk berdakwah mampu menggetarkan tiang-tiang 'Arsy ALLAH... (Subhanallah.. betapa bahagianya engkau wahai para ummi..... TT______TT )


Semoga apa yang tertulis dalam postingan ini ada manfaatnya, insyaALLAH... Mohon maaf dan maklum atas segala kekhilafan Na ya teman-teman...


Jadi,
Maukah kamu jadi istri yang sholehah, dan berkorban di jalan ALLAH??
*ngangguk cepet2*


Thursday, October 4, 2012

untitled


Bloggie, apa kabar?
Ingin sekali bercerita banyak padamu, Bloggie. Sungguh…

Semakin lama semakin kusadari, bahwa selama yang kucari adalah sebuah kesempurnaan, maka selama itu pula aku PASTI akan menjumpai kekecewaan. Sebab tak ada yang sempurna. Sungguh tak ada, kecuali hanya DIA saja…

Tentang yang lalu Bloggie, sepertinya tak ada yang perlu kuceritakan lagi. Dan lagi pula, aku telah menutup lembaran lalu itu dengan sebuah penyudahan. Penyudahan yang menyedihkan. Tapi juga penyudahan yang membangkitkan! Penyudahan yang menyuplaiku dengan segenap energy baru. Walau kadang, masih terasa ngilu. Tapi, ini sudah jauh berlalu. Dan hari ini, ngilunya tentu sudah lebih membaik. Bahkan sudah sangat membaik. Mungkin hanya perkara waktu saja. Waktulah yang akan menjadi obat mujarabnya. Memang, akan selalu ada harga untuk segala sesuatu. Kadang, aku merasa, inilah harga yang memang harus kubayarkan. Ah, tapi, selalu saja ujian-NYA pastilah dalam koridor kesanggupanku saja kan yah? Aku tentu tak boleh sedikit pun bersuudzan pada setiap keputusan-NYA. Sebab, Dia tak pernah mendzolimi hamba-NYA. Sebab, apa yang telah DIA catatkan untukku adalah sebaik-baik scenario yang harus kujalankan…

Sekali lagi, bagaimana aku bisa mengatakan sesuatu itu buruk sementara aku belum mengetahui kebaikan yang banyak di belakangnya? Bagaimana bisa? Kelak, aku akan mengetahui, mengapa ALLAH pilihkan skenario ini bukan yang itu untukku, meski pun aku sempat sangat menginginkannya. Kelak, aku akan mengetahui kebaikan apa yang tersimpan di balik itu semua. Aku sangat percaya itu…

Seperti kisahku yang sudah-sudah, aku sungguh tak ingin kedua kalinya berada pada posisi yang sama. Aku sungguh tak siap untuk kembali merasakan ngilu… Maka, aku tak pernah ingin menyediakan ruang dan kesempatan untuk kembali terjatuh pada hal yang sama… Biarlah sekali saja. Biarlah segalanya menjadi pelajaran berharga bagiku…. Biarlah… Aku tak rela membiarkan diriku terjerambab pada kebodohan yang sama lagi—jika memang itu adalah sebuah kebodohan dalam hidupku…

Aku takkan hidup dengan kehidupan masa lalu, pun dengan segala kemasalaluan. Segalanya tentu akan menjadi berbeda di masa depan. Ya, berbeda. Tentu saja berbeda. Sebab, aku tak ingin mengulanginya untuk kedua kalinya. Aku ingin segala sesuatunya menjadi lebih baik tanpa melupakan persaudaraan di masa lalu. Walau bagaimana pun, mereka yang pernah berada di masa lalu, tetaplah sahabatku dan tetaplah saudaraku… Dan sungguh, aku benar-benar ingin memenangkan diriku sendiri atas segala kesedihan. Ya, sebab kebahagiaan mereka juga adalah kebahagiaanku. Sedikitpun aku tak pernah merasa bersedih atas kebahagiaan mereka yang pernah menjadi masa laluku.

Kadang, aku merasa, pilihan menuju jalanku ke depan adalah sebuah pilihan ‘pengecut’. Apakah aku sedang mencoba melarikan diri dari segala kenyataan dengan dalih yang elegan? Ah, entahlah…
Sering aku berpikir seperti itu… Tapi, apa yang sedang membentang, akan KUHADAPI! Akan KUHADAPI! Ya, akan kuhadapi dengan sebaik-baik dan seoptimal-optimalnya upaya, insyaALLAH… Semoga ini bukan pilihan yang salah. Semoga ini adalah sebaik-baik pilihan-NYA. Dan semoga segala catatan rencana itu juga adalah sesuatu yang Dia catatkan untukku…

Tetap bersemangat wahai diriku!
Kau hanya akan menjumpai seribu kemenangan jika kemenangan menuju-NYA sebagai end-point dari segala tujuan hidupmu, wahai diriku… Maka dari itu, kau harus bertahan! Kau tak boleh menyerah! Kau harus yakin bahwa akan ada takdir yang indah untukmu. Kau harus yakin, bahwa mungkin saja dalam waktu sekejap, akan terputus segala urusan duniamu. Jadi, apakah kau masih punya alasan untuk berlalai-lalai? Mannajah, wahai diriku!

Heuu…., maafkan aku Bloggie, betapa tidak sekuen nya tulisan ini. Hee… Tapi biarlah. Aku hanya hendak memuarakan rasa…