Sunday, January 28, 2018

✿ 5 Point ✿



Dari Ibnu Umar Ra. ia berkata:

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendatangi kami (pada suatu hari) kemudian beliau bersabda,’


“Wahai kaum Muhajirin, lima perkara kalau kamu telah diuji dengannya (kalau kamu telah mengerjakannya), maka tidak ada kebaikan lagi bagi kamu.

Dan aku berlindung dengan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala, semoga kamu tidak menemui zaman itu. Perkara-perkara itu ialah:


1. Tidak tampak perzinaan pada suatu kaum sehingga mereka berani berterus terang melakukannya, melainkan akan berjangkit di kalangan mereka wabah penyakit menular (Tha’un) dengan cepat, dan mereka akan ditimpa penyakit-penyakit yang belum pemah menimpa umat-umat yang telah lalu

2. Dan tiada mereka mengurangkan sukatan/ukuran dan timbangan, kecuali mereka akan diuji dengan kemarau panjang dan kesulitan mencari rezeki dan kezaliman dari kalangan pemimpin mereka

3. Dan tidak menahan mereka akan zakat harta benda kecuali ditahan untuk mereka air hujan dari langit. Jikalau tidak ada binatang (yang juga hidup di atas permukaan bumi ini) tentunya mereka tidak akan diberi hujan oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala

4. Dan tiada mereka menyalahi akan janji ALLAH dan Rasul-NYA, kecuali ALLAH akan menurunkan ke atas mereka musuh yang akan merampas sebagian dari apa yang ada di tangan mereka

5. Dan apabila pemimpin-pemimpin mereka tidak melaksanakan hukum ALLAH yang terkandung dalam Al-Qur’an dan tidak mau menjadikannya sebagai pilihan, maka (di waktu itu) ALLAH akan menjadikan bencana di kalangan mereka sendiri.”

(HR. Ibnu Majah)

Dan......
'
'
'
aku melihat kelima point itu di sini..di indonesia-ku..ighfiir Yaa Rabb

✿ Ishbiir, De..! ✿




Atas amanah, kau juga pasti kadang sulit berpikir harus menerimanya untuk konsekuensi mengembannya penuh atas ALLAH sebagai ghoyah, dengan basis logika atau perasaanmu?

atau keduanya harus unggul, atau satu dari keduanya lebih kecil dari lainnya namun tetap keduanya?


lalu kemudian shalatmu dalam-dalam mengangkasa, dan jawaban turun semudah dari kau berpikir berbelit-belit tentang logika dan perasaan,-juga prioritas yang ada fiqh-nya.


aku tidak bilang semua ilmu jadi tidak penting.


namun ilmu dan pintamu pada keputusan ALLAH, sungguh jawabannya. Dan kamu De, berbijak-bijaklah dengan putusan-putusan. Asal bersamaNYA, asal teruntuk-NYA, laku, asa…


dan kau jangan bersedih. Orang beriman mana boleh bersedih?

pun orang-yang-sedang-berusaha-beriman, sepertimu, mana boleh bersedih?

kau sedang mengejar-ngejar cinta IA kan?

pengejaran cinta kepada se-abadi-abadi-nya cinta itu selalu berbuah manis, hey..


Cinta yang lebih besar lagi, juga penghidupan setelah dunia, yang penuh bahagia sepanjang tahun tak berpangkal. Jadikan ia hanya beberapa senti dari matamu ya.

Hingga setiap mata akan berbulir melagukan sedih, kau teringat lagi. Sedihmu tidak ditumpahkan atas menghina takdir. Tapi atas muhasabah lakumu belum sempurna mengimani-NYA; menjadi yang IA cinta, atau yang IA cintai. Atau bolehlah ia sebagai bulir yang hanya membahasakan cukup lelah menghadapi semua ini.

Cukup lelah tapi kau tidak menyerah.


Orang yang sedang jatuh cinta selalu berbunga-bunga. Kau tahu itu. Dan bila kau sedang jatuh cinta,-terlebih pada IA- kau seharusnya selalu berbunga-bunga. Atas apapun warna dan dera-. Jika belum, itu dusta. Yang kau tidak mau mati membersamainya, lalu tidak bertemu IA yang kau aku-akui kau cinta.


Bersabarlah De. Dan istiqomahlah dalam bersabar.


ia yang jatuh cinta tidak pada hal yang salah akan selalu berbunga-bunga.

Yakini saja.

Kamu pasti bisa.

Bi taufiqillah..

Sunday, February 19, 2017

Ayo Hujan-hujanan, Nak!


Ayo Hujan-Hujanan, Nak!

 

Oleh: Ust. Budi Ashari, Lc (parentingnabawiyah.com)

Ayo Nak, hujan-hujanan…

Karena ini bukan sekadar sebuah kesenangan bermain dengan rintik dari langit yang memang sangat menyenangkan. Juga bukan sekadar penelitian ilmiah tentang manfaat hujan, yang baru hangat dibahas hari-hari ini.

Hal ‘sepele’ ini perlu dibahas karena anak-anak pasti senang hujan-hujanan.
Sementara para orangtua hari ini cenderung berkata: “Jangan, nanti sakit, nanti masuk angin, nanti demam, nanti pilek…” Dst.

Apakah itu konsep parenting yang benar?

Dengarkan kisah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berikut ini:

قَالَ أَنَسٌ: أَصَابَنَا وَنَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَطَرٌ، قَالَ: فَحَسَرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَوْبَهُ، حَتَّى أَصَابَهُ مِنَ الْمَطَرِ، فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ لِمَ صَنَعْتَ هَذَا؟ قَالَ: «لِأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى»

Anas berkata, “Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam kehujanan.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyingkap pakaiannya agar terkena air hujan. Kami bertanya, ya Rasulullah, mengapa engkau melakukan ini?
Beliau menjawab, “Karena ia baru saja datang dari Rabb Ta’ala.” (HR. Muslim)

An-Nawawi menjelaskan hadits ini,
“Maknanya bahwa hujan adalah rahmat, ia baru saja diciptakan ALLAH Ta’ala. Maka kita ambil keberkahannya. Hadits ini juga menjadi dalil bagi pernyataan sahabat-sahabat kami bahwa dianjurkan saat hujan pertama untuk menyingkap –yang bukan aurat- agar terkena hujan.” (Al Minhaj)

Ibnu Rajab dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa para sahabat Nabi pun sengaja hujan-hujanan seperti Utsman bin Affan.
Demikian juga Abdullah bin Abbas, jika hujan turun dia berkata, “Wahai Ikrimah keluarkan pelana, keluarkan ini, keluarkan itu agar terkena hujan!”

Ibnu Rajab juga menyebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib jika sedang hujan, keluar untuk hujan-hujanan. Jika hujan mengenai kepalanya yang gundul itu, dia mengusapkan ke seluruh kepala, wajah dan badan kemudian berkata, “Keberkahan turun dari langit yang belum tersentuh tangan dan bejana.”

Abul Abbas Al-Qurthubi juga menjelaskan,
“Ini yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam untuk mencari keberkahan dengan hujan dan mencari obat. Karena ALLAH ta’ala telah menamainya rahmat, diberkahi, suci, sebab kehidupan dan menjauhkan dari hukuman. Diambil dari hadits tentang penghormatan terhadap hujan dan tidak boleh merendahkannya.” (Al Mufhim)

Bahkan para ulama, seperti Al Bukhari dalam Shahih-nya dan Adabul Mufrod, Muslim dalam Shahih-nya, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf-nya, Ibnu Hibban dalam Shahih-nya, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubro. Semuanya menuliskan bab khusus dalam kitab-kitab hadits mereka tentang anjuran hujan-hujanan.

Masihkah ada yang menyangsikan bahwa hujan-hujanan itu dianjurkan?
Mengapa kita menuduh hujan yang berkah sebagai sumber malapetaka?
Kita sebagai orangtua tentu bisa mengamati kondisi anak kita di hari itu, saat hujan turun.
Jika mereka tidak terlalu bugar, kita bisa melarangnya. Namun jika mereka sedang sehat dan bugar, mengapa kita larang?
Tak usah khawatir. Hujan adalah keberkahan, kesucian, pengirim ketenangan, bahkan penghilang kotornya gangguan syetan.

Selesai hujan-hujanan, suruhlah mereka mandi, mengguyur kepalanya, minum madu, habbatus sauda’ dan lainnya. Agar kekhawatiran itu pergi. Dan keberkahanlah yang telah mengguyur kepala dan sekujur badan mereka.


Jadi, sudah siap hujan-hujanan?

Monday, October 24, 2016

✿ Rindu yang Tuntas? ✿



Selamat lembayung, senja!

Seperti apa rasanya rindu yang tuntas?

Apakah sama ketika aku menulis setumpuk ceracauan tentang dia,
namun terus memilih bersembunyi di balik diksi-diksi dan metafora?

Apa serupa aku yang memeluk senja diantara bertumpuk-tumpuk deadline, diantara tas yang diselempang dan perlahan langkah kaki terburu melenggang pulang?

Apakah seperti aku yang tergesa-gesa mengalihkan tatap saat bertemu mata, padahal sebenarnya enggan?

Atau barangkali,
Sejatinya,
tidak pernah ada rindu yang benar-benar tuntas?
.
.
.

✿ Senja kali ini ✿



Senja kali ini cerah,
seperti kemarin dan kemarinnya lagi.
Aku tidak galau.
Tidak juga rindu.
Terlebih lagi gerimis.

Entah kenapa,
akhir-akhir ini aku hanya ingin menulis tentang banyak hal yang berbeda, berserak, untuk kemudian menyatukannya meski aku sendiri tak mengerti.

Rasanya melayang.
Seperti kupu-kupu bersayap elok yang terbang melintasi beranda,
ranting pepohonan,
bubungan rumah,
hingga menuju angkasa.
Bebas.
Tanpa sedikitpun cemas.

Seperti gerimis yang mampu membawa pelangi di senja hari,
aku ingin sekuat itu.

Ketika senja datang,
aku hanya ingin menghadirkan distorsi yang membentuk bahasa manis dalam aksara kata.

Mulanya aku mencoba menulis tentangmu.
Menjadikanmu sebagai poros ide pada setiap bait yang kurangkai.
Namun rumit.
Sulit.
Menghimpit.
Meski pada kenyataannya kau pernah mengijinkanku menulis untukmu,
tapi tetap saja aku tak mampu.
Mungkin itulah sekian dari ketidak sempurnanaanku dalam dimensi kita.

Terkadang,
itu pula yang membuatku ingin berkata pada Tuhan untuk menghapus sedikit saja jarak yang tergores.

Atau setidaknya,
memberiku kekuatan penuh untuk tetap berlari pada masa depan yang sama denganmu.

Karena sejujurnya aku enggan menjadi utara dan membiarkanmu menjadi selatan.
Lalu kita sama-sama kebingungan, menentukan arah dan titik untuk bertemu.
.
.
.
Ps : dia, kamu, kau, 'mu', dalam tiap ceracauan bisa saja kopi, senja, hujan, gerimis dll tidak melulu tentang lawan jenis 😅

Tuesday, October 11, 2016

✿ Meramu Rasa ✿



Maka apabila malam adalah tentang rasa,
yang harus kau ramu adalah jangan terlalu banyak merasa.
bahwa adalah suatu istimewa ;yang biasa. ia biasa-biasa saja dilalui satu persatu dinamika.. dipuja, dihina, di kanan-kiri-kan, di-enyah-kan, di-tidak hargai, di mati rasai,
;sebab bahagia bersama ALLAH.
sebab fokusnya Dzat Termulia itu. Bukan manusia.
Peduli apa dengan caci maki manusia yang sama-sama makhluk hina?
Sungguh, DIA saja yang boleh meresahkan hatimu atas segala penilaian.


apa kau pernah melihat bola mata yang redup?
ada pada mata kaca-kaca yang sedang melongoki jejaknya.
dirasa penuh lumpur, debu, dan rerongsokkan menutupi cahaya.
kemudian ingin merutuki tapak-nya di jalan yang dulu sebelum dilalui,
dunia tidak pernah se-rumit ini.
tapi siapa bilang?
sebelum hadir cahaya, mana pernah kau melihat?


kau tahu?

yang paling harus kau cemaskan sekarang adalah, penilaian orang terhadapmu menyita waktu lebih dari usahamu mendapat nilai outstanding di mata-NYA.
Maka hutangmu adalah menangis.
Malam ini, meminta maaf kepadaNYA.
Sebab bila cinta-NYA saja masih jauh, aku mohon, jangan dekatkan murka-NYA.
aku mohon.

karena bergerak, tersibukkan, jatuh-bangun adalah penanda bahwa kita hidup.
Maka nikmati saja fase-nya, pendewasaan-nya :)
Yang kau butuhkan hanya memperhatikan bagaimana imanmu..
karena hanya iman lah yang menjadikan,
pahit-getir bukan persoalan
sulit-banyak rintang bukan kerisauan
;sebab bahagia bersama ALLAH..


"extraordinary things for extraordinary people"
;hidup kan tentang bagaimana kita mengatasi
masalah..
;kita mungkin manusia biasa-biasa saja, tapi iman
harus diuji agar ia sah diakui.
(2012, By : Salim A. Fillah)


Dan,

mu’min itu, ia yang selalu bersemangat-optimis akan hidup ini.
Karena selama ingat surga & janjiNYA,
memangnya kau butuh motivasi apalagi?

Fashobrun jamiil..
Wallahul musta’aan ‘alaa maa tashifuun.. (QS.12:18)

✿ Belajar ✿



“Orang-orang itu telah melupakan bahwa belajar tidaklah melulu untuk mengejar dan membuktikan sesuatu,

namun,

belajar itu sendiri, adalah perayaan dan penghargaan pada diri sendiri.” 



Quote by : Andrea Hirata

Dan, 

Dimana penghargaanmu pada dirimu sendiri,
jika untuk sekedar menulis sesuatupun 
engkau hanya bisa MENCURI karya tulis orang lain
.
.
.
.
Say No To Plagiat

✿ PLAGIAT ✿


Huwaaaaa

Bloggieeee


Lama tak membersamaimu, ternyata membuat Na kesal..
Kenapa sihh Bloggieee kamu biarkan mereka mencuri ceracauanku dengan hujan, gerimis, bintang dan senja...??

bukan,

bukan perkara "curiannya"
tapi perkara dia yang tak menyelipkan nama Na disetiap ceracauan Na yang dia "maling"

bertahun-tahun Na tak menjenguk ruang ini,
tapi bukan Na tak peduli
tapi semata karena kesibukan hari-hari yang menyita perhatian Na
sampai Bloggiee terabaikan

maafkeun huhuhuhu

Na hanya berharap,
setidaknya dia yang sudah mencuri setiap ceracauannya
mengakui kesalahannya dan meminta maaf
bahkan menghapusnya mengganti dengan hasil karyanya sendiri

tapi,

dia malah blokir Na #nangis kejerrrr

Na ga ridho kalo dia masih membiarkan ceracauan Na dia posting di Blog, IG dan twitternya

menulis itu seni, dan apa indahnya seni jika itu adalah hasil karya orang lain yang kita copy plekk tanpa mencantumkan sumbernya..

kebanggan apa yang didapat..?

entahlah bloggieee Na sendiri tak paham dengan jalan pikiran orang-orang semacam itu :(


Friday, September 19, 2014

✿ Ruang Tunggu ✿


"Tinggal masalahnya, mau diapakan ruang tunggu itu. Ada yang mengisinya dengan usaha, ada yang menjalaninya dengan tindakan yang sia-sia, ber-iri ria dengan pencapaian orang lain, atau bertanya tidak jelas entah kepada siapa, kapan saat untuk dirinya tiba. Ada yang menghiasinya dengan keluh-kesah dan menyalahkan, ada juga yang mengharumkannya dengan aroma kesabaran yang menyebar layaknya udara, yang terpusat di ruang tunggu, lalu perlahan menyeruak ke ruang lain di dalam hati. Tapi apapun itu, pada dasarnya, kita semua sedang melakukan hal yang sama; menunggu ketetapan-Nya tiba."

Adalah tunggu, ruang yang selama ini tertata rapi di hatiku, menanti kehadiran sosokmu yang entah akan seperti apa. Sosok yang nantinya akan menggenapiku. Aku tak tahu apakah kamu memang benar-benar orang baru yang belum aku kenal sebelumnya. Atau jangan-jangan, kita sudah pernah bertemu tapi belum sama-sama tahu. Ah sudahlah, kita lihat saja nanti.

Awalnya aku kira, menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Seiring berjalannya waktu, aku baru mengerti bahwa menunggu adalah salah satu kebijaksanaan yang diajarkan ALLAH. Iya, ALLAH selalu lebih tahu waktu yang paling tepat, bukan? Kita hanya harus menunggu sampai waktu yang tepat itu datang. Maka siapapun yang percaya bahwa ALLAH lebih tahu mana waktu yang paling tepat, harus selalu menyediakan ruang tunggu di hatinya.

Tinggal masalahnya, mau diapakan ruang tunggu itu. Ada yang mengisinya dengan usaha, ada yang menjalaninya dengan tindakan yang sia-sia, ber-iri ria dengan pencapaian orang lain, atau bertanya tidak jelas entah kepada siapa kapan saat untuk dirinya tiba. Ada yang menghiasinya dengan keluh-kesah dan menyalahkan, ada juga yang mengharumkannya dengan aroma kesabaran yang menyebar layaknya udara, yang terpusat di ruang tunggu, lalu perlahan menyeruak ke ruang lain di dalam hati. Tapi apapun itu, pada dasarnya, kita semua sedang melakukan hal yang sama; menunggu ketetapan-NYA tiba.

Terkait seberapa sebentar atau lamanya kita harus menunggu, ah aku pikir ALLAH punya kebijaksanaan yang cukup untuk menentukannya. Toh selama ini ALLAH tak pernah terlambat, DIA selalu tepat waktu. Lagipula sebentar atau lama itu harusnya tak terlalu menjadi masalah untuk yang memahami bahwa hidup bukanlah sekedar kumpulan waktu. Hidup adalah kumpulan kesadaran. Karenanya, nilainya bukan ditentukan dari seberapa sebentar atau lamanya, tapi seberapa banyak kesadaran yang kita miliki tentang kehidupan itu sendiri. Kesadaran yang menjelma menjadi hikmah juga pengalaman berharga dalam setiap episode kehidupan. Begitu juga dengan menunggu. Bukan permasalahan seberapa lama waktu tunggu, tapi tentang seberapa banyak hal berharga yang bisa kita dapatkan dari proses menunggu itu sendiri.

Lagipula, siapapun kamu nantinya, seperti apapun kamu yang dikirim ALLAH untuk menggenapiku, sekarang aku tak lagi merasa sedang menunggumu, sejak aku mengerti bahwa menunggu adalah bagian dari pertemuan itu sendiri. Jadi seumpama ALLAH baru mempertemukan kita setahun kemudian misalkan, maka sebenarnya pertemuan itu sudah dimulai sejak aku sadar dan mempersiapkan diri selayak mungkin untuk menyambutmu, siapapun kamu yang akan datang itu.

✿ Ketakutan ✿






Adalah ketakutan yang seringkali bersembunyi di balik kegagahan. Disimpannya rapat-rapat ketakutan itu. Takut orang lain tahu.

Adalah ketakutan yang seringkali menyulap janji menjadi harapan bagi orang lain. Meski tak sedikit yang nyatanya palsu. Diantara mereka ada yang sibuk menebar janji, dan yang lain sibuk mempercayai.

Adalah ketakutan yang seringkali membuat manusia hanya mampu berpindah tempat, tanpa sanggup berpindah hati.

Adalah ketakutan yang seringkali diulang-ulang dalam skenario hidup kita. Dengan itu kita begitu menghafalnya, seperti refrain dalam lagu-lagu. Yang pada akhirnya berhasil mengubah cara pandang kita memandang masa lalu: menertawainya bersama.

Adalah ketakutan yang seringkali diberangkatkan bersama waktu, yang katanya mampu mengobati hal-hal tertentu, termasuk luka dalam perasaanmu.

Adalah ketakutan yang seringkali membunuh akal sehat. Dicemaskannya berkali-kali. Takut diambil orang. Padahal rezeki tak pernah tertukar. Jika ALLAH tidak menakdirkan sesuatu (atau mungkin seseorang?) untuk kita, niscaya ia takkan pernah datang. Selama apapun kita menunggunya.

Adalah ketakutan yang seringkali menjelma menjadi kekuatan. Ibu dan ayahmu, misalnya. Ketakutannya kehilangan dirimu, membuat gravitasi seakan-akan berpusat padamu. Ia memperjuangkanmu, hidupmu, bahagiamu, semuanya. Bahkan mungkin hingga engkau sebesar ini.

Adalah ketakutan yang seringkali menjelma menjadi kegigihan. Sumayyah, ingatkah pada perempuan itu? Ketakutannya pada Pemilik Langit, membuat luka menganga tiada artinya. Jeritnya telah menjadi saksi, bahwa surga telah didekatkan padanya.

Adalah ketakutan yang seringkali menyulap kisah-kisah tidak mengenakkan, menjadi lebih pantas disyukuri.

Adalah ketakutan yang sanggup memendekkan jarak seseorang dengan apa yang sempat ditakutkannya.

Adalah ketakutan yang seringkali menjelma menjadi dirimu kini.

Jadi sampai disini, apa sebenarnya ketakutan terbesarmu?


Sincerely,

Aku, diantara ketakutan-ketakutanku..

Sunday, June 29, 2014

✿ ah, Pa, terminal akhir itu ✿ :'(



"Nak, suatu saat nanti kau akan mampu pahami, betapa majemuknya jalan hidup yang dilalui seseorang. 
Seperti hari ini, kau berpisah dengan Ayah menuju terminal yang berbeda. Namun, pada akhirnya kita menuju pada satu pemberhentian terakhir. Seberapapun sering engkau transit, ingat, kau selalu punya tujuan akhir. Jaga dirimu baik-baik..
Tidak selamanya engkau dalam penjagaan Ayah. 
Siapapun nantinya (manusia) yang menjagamu, semoga nantinya ia menemanimu dengan baik menuju terminal akhir. 
Semoga, kita dipertemukan lagi disana, di terminal akhir.” 


✿ Ramadhan di Bulan Juni ✿




Apa yang lebih manis dari Ramadhan di bulan Juni?
Pada siang-siangnya yang menguapkan lelah, memelukmu teduh.
Pada semilirnya angin meniup pipi, memudahkanmu tersenyum.

Apa yang lebih rindang dari Ramadhan di Juni?
Pada pohon yang dahannya berayun pelan-pelan, awan yang kelabunya memendar putih.
Dilatarinya aku mengeja rindu, tentang segala manis yang pernah merajai hati; di Ramadhan yg ku cintai.

Apa yang lebih kau inginkan lama berakhirnya, dari Ramadhan di Juni?
Teriknya yang tiada, hangatnya yang mendiami hati saja.
Dibiarkannya aku menghitung hari, dan berakhirnya masih lama.
Masih lama memukimkan bahagia di hati dalam teduh hari.

Apa yang paling manis dari Ramadhan ini? Di bulan Juni?
Lebih dari, ialah syukur bahwa kau dijumpakannya lagi.
Dengan merahnya senyummu, riangnya sambutmu, dan tumpuk bertumpuk misi mengisinya dengan cinta, dan cita menjadi yang dicintai-NYA.
Sebab Ibunda bilang, “tanda cinta adalah menikmati setiap perjumpaan, nak.”
Dijumpakannya aku, dengan puluhan hari yang sebelas bulan ditunggu berpeluh rindu. Maka menikmati hari, adalah berhias teruntuk IA.
Dijumpakannya dengan hari yang tiap detiknya bahagia saja memetik hati, melafal kalimat cintaNYA, dengan bayangan beribu bulir pahala, pelukan syurga, dan tatapan IA penuh cinta.
Dihentikannya aku sejenak dari rindu, dibiarkan bahagia menapak sebulan-nya, merenda riangnya, menumpuk kali lipat pahala, kiranya cukup pantas jadi yang mencintai IA.

Tiada yang lebih syahdu dari Ramadhan di Juni..
Tentang angin yang meniupi ringan pipi.
Hujan di waktu-waktu yang tuju jatuhnya memanisi bumi.
Sebab panas enggan menyengat ia-ia yang sedang dijumpakan dengan rindunya.
Se-penuh cinta ini aku rasa, bahkan ia lebih lagi.

Ramadhan di Juni.
Blessed moment; 1st Ramadhan, 1435 H.
:Semoga menjadi lebih baik lagi. Dijumpakan dengan ia yang kau rindu, semoga berbelas kali lebih baik dari berbelas bulan lalu kau pernah dipeluknya. ;karna cinta yang terbalas itu De, yang penuh pembuktian

Tuesday, June 24, 2014

✿ Nantinya..✿


Nantinya, kita tak perlu membaca buku yang sama.
Aku memahami cara berpikirmu, bukan ia yang menulis buku di hadapanmu itu.
Nantinya, kita tak perlu menikmati jenis masakan yang sama.
Bukankah di dunia ini memang begitu banyak bumbu?
Nantinya, kita tak perlu jatuh cinta pada langit yang sama.
Pagi atau senja, sama-sama cantiknya.
Nantinya, kita pun tak perlu jatuh cinta pada Bumi yang sama.
Timur atau barat, sama-sama dalam kuasa-NYA.
Nantinya, kita tak perlu sibuk dengan hobi yang sama.
Kau tahu, bahagia itu memang timbul dengan banyak cara.
Nantinya, kita tak perlu menikmati kopi dengan cara yang sama.
Bisa jadi kopimu tawar tanpa gula. Aku, sebaliknya.
Bahkan, tak perlu suka keduanya.
Bisa jadi, kau justru membencinya. Tidak masalah.
Nantinya, kita pun tak perlu selalu satu suara.
Ada kalanya suarakulah yang kau dahulukan, meski kecenderunganku pada perasaan, bukan rasionalitas.
Nantinya, kita memang harus siap dengan segala pertidaksamaan.
Sebab nantinya, hidup yang kita jalani seperti Aljabar, tidak melulu tentang persamaan.
Nantinya, kita memang tak perlu memiliki banyak kesamaan.
Sebab apa jadinya pelangi jika ia berwarna merah semua?
Dan nantinya, kita hanya butuhkan ini yang sama.
Ini, yang mereka sebut cinta.
Cinta kita adalah cinta karena-NYA.
Kita masih satu frekuensi, kan?
Sefrekuensi menuju Surga-NYA
Jika frekuensi kita tak senada,
mungkin ini saatnya berbenah.
Agar untuk soal ini, kita sama.

Saturday, June 7, 2014

✿ Ratink Cinta ✿



"Ya Rasulullah" kata Umar perlahan, "aku mencintaimu seperti aku cintai diriku sendiri."

Beliau Shallallahu'alayhi Wasallam tersenyum.
"Tidak, wahai Umar. Engkau harus mencintaiku melebihi cintamu pada diri dan keluargamu."

"Ya Rasulullah", kata Umar, "mulai saat ini engkau aku cintai melebihi apapun di muka bumi ini."

"Nah, begitulah wahai Umar."

Na menarik nafas dan berkata,
"Waawwww!!!, *eeh salah, MasyaALLAH*
Dalam sepersekian detik Umar mampu merubah ratink cintanya...kalo perempuan zaman sekarang bilang "gomballl".

Umar...semudah itukah? Dalam waktu sesingkat itukah? Hanya sekejap...hmmpp..andai Na juga bisa...tapi, ini begitu susah. Menurut Na cinta begitu komplek *Plak! Sok tau*. Keterikatan hati tak mudah untuk dialihkan. Dalam bahasa sebuah lagu alay, "sekali cinta aku tetap cinta". Sssttt -pernah dengar diangkot2- hehehe..
Tapi...Umar bisa..!!!!!!

Bdw, kok Umar bisa?

Menurut Ustd. Salim A. Fillah, cinta bagi Umar adalah sebuah kata kerja. Maka menata ulang cinta baginya hanyalah menata ulang kerja dan amalnya dalam mencinta.
Ia tak berumit-rumit dengan apa yang ada di hati. Biarlah hati menjadi makmum bagi kerja-kerja cinta yang dilakukan oleh amal sholeh...

Seperti Umar mencinta, cinta adalah sebuah kata kerja, Mencintai..cinta bukanlah gejolak di hati yang datang tiba-tiba saat melihat si 'baby face' bukaan..bukan itu..
Laiknya cinta pada ALLAH..ia tak datang serta merta..ia diupayakan, butuh pengorbanan..

So, ketika seseorang -maaf- bercerai dengan alasan "aku sudah tidak mencintainya", harusnya justru karena sudah tak mencintai maka cintailah ia.
Karena cinta adalah kata kerja, maka lakukan kerja itu, m-e-n-c-i-n-t-a-i..

*ah, lagi2 tau apa Na ttg cinta, paling cuma sekedar ceracauan yg ga jelas setelah Na denger curhatan ibu2 muda yg divorce karna alasan "sudah tak cinta"*


Tuesday, May 27, 2014

✿ Positif Thinking ✿



Kucing, kamu suka mandangin saat-saat jutaan tetes bening itu menyapa bumi yah?
sama, aku juga.
Aaaaah. aku iri melihatmu disana.
Karna akhir-akhir ini sering hujan,
tapi aku malah sering terlewat moment-moment yang nyaman itu..
dan di depan, sepertinya hari-hari akan lebih indaaaaaaah dari ini.
indah? indaah?
Hueee..aku tidak sedang berhalusinasi, 
tapi ini tentang menghipnotis diri.
karna..kau tahu tidak?
kami manusia, punya 85 % air dalam tubuh.
& segala puji bagi ALLAH
air itu bisa kami indahkan molekulnya dengan kata-kata positif..
yap! kau pintar kucing sayang,
aku harus meng-indahkan sel-sel tubuhku agar ia baik bekerja,
dengan kata-kata positif dari ku sendiri.
oh ya, kau sudah nonton The Adventures of Tintin?
selain 3D nya yang membuatku super duper jatuh hati,
tentu saja satu hal lagi adalah,
kata-kata nya Kapten Haddock.
"there’s many people wanna call you fail, looser, stupid, hopeless, but don’t ever you say it to yourself.
You send them signal, that’s they take”


maka, semoga hari-hari di depan adalah tentang posthink, hingga masih bisa menikmati sapaan kristal langit itu, -menikmati apapun yg hidup ini beri-
meski mata menangkap badai.

iya, kau benar kucing manis, dengan hati yang bersih, pikiran yang positif, 
langkah pasti ringan-ringan saja.
Karna, mana pernah ALLAH membiarkan kita sendirian menghadapi masalah?
IA membimbing kita, dari belakang sembari tersenyum..
bila kau hamba kecintaanNYA, IA pasti begitu.
:membimbingmu dari belakang, sembari tersenyum.


;maka berusahalah terus-terus-terus-menerus, menjadi hamba kecintaanNYA,
dengan ber-azzam bahwa setiap hari adalah, 
usahamu untuk semakin tumbuh-bertumbuh cinta pada NYA.


Seperti merakit lego, kau butuh membaca tutorial nya untuk sempurna merangkai tiap partikel.
begitu pula hidup ini.
kau perlu membaca Tutorial-NYA, untuk sempurna kau rangkai tapakmu menuju surga.
untuk tenang-lapang-ringan saja melewati tiap tahap-nya..

pula, 

"Jatuh, kemudian bangkit"
Ya, begitu anak manis..
jatuh-bangkit-jatuh-bangkit tanpa lelah hingga kaki pada akhirnya ringan melangkah, ringan berlari..

"kebahagiaan sejati itu seharga dengan pengorbanan besar. Kebahagiaan sejati berasal dari hati, tinggal bagaimana kita membersihkan dan melapangkannya…
Semakin dalam dan semakin lapang, mata air hati akan semakin jernih”
(Yang terakhir ini kalimat dari Tere Liye)

Monday, May 12, 2014

✿ Ceracau Meracau ✿



Sepertinya aku harus mengepak kecemasan-kecemasanku.
Mungkin serupa kecemasan akan kehilangan, atau mungkin barisan cerita tentang perpisahan.
Bukan kah selama hati masih bertaut, cerita ini masih selalu ranum untuk kita rajut?

Terimakasih..

Pada langkah-langkah seiring yang membuat kita beriringan
Pada gaduh kata, pada riuh tawa, kadang juga pada senyap kita.
Pada jarak yang mengingatkanku, bahwa menyesap kopi bersamamu masih lah menjadi impian senja yang terindah..

*Mari meracau* ^^

Saturday, May 3, 2014

✿ Pembuktian Cinta Belum Usai ✿


Aku jarang menyebut kata 'cinta'. Terlalu kaku jika aku yang mengucapnya..
Tapi, mungkin kali ini, tidak ada kata lain yang bisa mewakili semua kerja yang kamu lakukan..
Ada malam-malam letihmu usai pengembaraan singkat siang hari..
Berlari dari satu tempat ke tempat lain.
Ada hal-hal yang terkorbankan tanpa orang tahu berapa banyak, tapi tuntutan terus saja datang ke pundakmu.

Aku kagum padamu,
Yang tetap bertahan saat ada orang-orang melemparkan seribu alasan untuk lari..
Aku kagum padamu,
Yang slalu mengutamakan orang lain saat bisa saja kamu egois memikirkan dirimu sendiri..
Aku kagum pada kamu, yang sesekali mengeluh letih, mengeluh lelah. Tapi sesekali karena beberapa detik kemudian kamu tertawa mengerjakan semua tugas yang belum usai..
Wajahmu seperti berkata "pembuktian cinta kita belum usai"

Tapi yang jelas, aku kagum padamu..
Pada 'cinta' yang membuatmu terus bergerak. Saat yang lain diam dan pura-pura tidak memiliki beban.
Semoga ALLAH memeluk letihmu dan memberikan kekuatan yang tidak pernah habis pada kedua kaki tangan dan hatimu..

Dan aku tau, pembuktian cinta kita benar2 belum usai bahkan baru dimulai..

*Marhaban Yaa Syahr imtihan, ma'annajah*

Saturday, April 26, 2014

✿ Dan Ini Mimpi Kita ✿


Bermimpi adalah hal yang menyenangkan 
Mencapai puncak Eiffel..
Berteriak di tembok besar raksaksa China..
Menyentuh Sakura pada musim seminya..
Dan yang paling kita impikan menakjubi bumi-bumi para anbiya,
berlari-lari kecil antara Safa dan Marwa,
melangitkan do'a-do'a di multazam yang dalam penuh harap pada-NYA...

Namun,
Di satu titik berpikir bahwa..
Bermimpi bukanlah tentang diri sendiri..
Dimana hebatnya jika senandung decak kagummu hanya untukmu seorang?
Dimana menyenangkannya jika kamu keliling dunia bila sendirian saja tertawa?
Dimana kerennya jika kamu besar dan menghebat tapi teman-teman dekatmu menangis tanpa pernah kamu tahu?

Kita punya dua tangan dan dua kaki,
Serta sebuah otak cerdas dan hati tempat menyimpan harapan besar, bersemayam..
Yang Rabbi titipkan pada kita untuk membuat sebuah perubahan..
Tak perlu rumit, cukup menjadi agen kebaikan dimana saja kita berpijak…
Kebaikan sederhana..
Sesederhana tersenyum di hari yang muram untuk teman – teman baikmu..
Sesederhana bersemangat dan membaginya saat hari terasa begitu berat..
Sesederhana menjadi rumah tempat siapapun nyaman untuk pulang..
Yang kehadirannya selalu terasa dekat..
Yang ledakkan kreasinya selalu menceriakan hari..

Bermimpi akan menyenangkan jika melibatkan banyak orang untuk bahagia..
Sehingga mimpi yang luar biasa adalah mimpi yang dipersembahkan untuk Bangsa, agama, dan ukhuwah… Setelahnya.. Dunia pun akan berubah menjadi lebih baik dengan mimpi itu..

Kita adalah orang biasa, dengan mimpi yang lain dari biasanya. Sebab mimpi itulah yang akan membuat seseorang tumbuh..
Maukah kamu juga menjadi bagian dari pada pemimpi yang sederhana, memimpikan sebanyak banyaknya kebahagiaan untuk orang lain? :)


*Teruntuk seseorang yang akan mengajakku menjejakkan kaki di belahan bumi yang lain, melihat indahnya dunia luar, siapa yaaa? dan setelah difikir-fikir ternyata dia benar, apa indahnya hidup jika hanya diisi dengan rutinitas kerja itu itu saja, monoton, bikin jenuh, bertentangan dengan nurani, macet, lelah, menua dengan pensiunan yang tidak seberapa* :p :p


Wednesday, March 26, 2014

✿ kepadamu cahaya ✿


kepadamu cahaya, ia rindu terangmu yang kemarin. yang seperti ombak laut menghapus lukisan di pasir kepada tangis akan undak-berundak yang dimohon segera berakhir.

kepadamu cahaya, tolong jawab janjimu yang akan memeluknya sehabis gelap-pekat mengikat. kepada janjimu ke gadis bermata kaca-kaca yang selalu menunggu itu..

kepadamu ceria, harus seperti apa ia ceritakan, bahwa rindu telah tumpuk bertumpuk. rindu kau gelayuti setiap hari. rindu kau lingkupi dengan ronamu yang terang benderang.. yang pernah menaungi beratus hari.

kepadamu senyum, tolong jangan lupa-kan ia untuk menyertai lukisanmu dengan tulus. sebab jelita sudah nyaris lupa kau seiring delik-pelik yang memintanya untuk bersahabat.

Hujan, kau masih di luar sana kan? bersama serenade klasikmu, bersama janji Rabb akan terijabahnya doa bersamamu,.. bersama rahmat-rahim Rabb yang ia tidak pernah sangsi kan membersamai. kau masih disana kan? di luar jendela, dalam manisnya rona rinai Februari ?

tetes-tetes cinta setelah Januari, doaku, aku ingin cahaya, ceria, dan senyum kembali menjadi energi untuk ia mencintai. sesempurna yang makhluk Tuhan bisa berikan kepada orang-orang tersayangnya. mereka-mereka yang dengan manisnya tertakdir dalam hidupnya. mereka yang sedu-sedannya memuramkan diri, yang gelap-cahaya-nya mendogmatiskan hati. yang tersenyum bersama mereka dalam ridha Rabb-nya, baginya puncak karunia tak terperi.

Aku mohon, bersamai-lah aku sekarang kemudian selamanya. untuk aku bisa sempurna bahagiakan mereka,- yang habis hari-nya untuk mencinta Rabb-ku dengan penuh cinta.

bersamai, aku mohon. untuk bisa ku sempurna menjadi hulu kebahagiaan mereka semua. dan ajari dengan lembut-MU, bagaimana mencintai dengan sempurna itu. sebab aku tidak ingin kehilangan lagi.. sebab yang bifurkasi itu membuat lelah, dan kali ini aku ingin merasai nyata-nya seperti dapat disentuh ujung jari..

Rabbi, dalam peluk rinai Februari ini, doaku dalam setiap turun hujan, semoga menjadi, menjelma nyata pada detik dimana Engkau janjikan terkabul,- memenuhi pundi-pundi harap yang mendahaga jawabMU...

Sunday, March 16, 2014

✿ Hanya Pada ALLAH ✿


"Hanya pada ALLAH kuadukan susah & sedihku"; hanya DIA tujuan hidupku & ridhaNYA ujung pencarianku; bagiNYA takut, harap, cinta, & yakinku."

"Hanya pada ALLAH kuadukan susah & sedihku"; hingga kuibadahi DIA seakan-akan aku melihatNYA; dan teryakin diri bahwa DIA pasti melihatku."

"Hanya pada ALLAH kuadukan susah & sedihku"; DIA memiliki ganti yang lebih baik atas kehilanganku, nikmat yang lebih kekal dari nestapaku."

"Hanya pada ALLAH kuadukan susah & sedihku"; DIA-lah yang menjanjikan tiap perih, duka, & kecewa dibalas dengan naik derajat & hapusnya dosa."

"Hanya pada ALLAH kuadukan susah & sedihku"; tiada madharat & manfaat walau seluruh makhluq berhimpun tuk membuatnya kecuali dengan izinNYA."

"Hanya pada ALLAH kuadukan susah & sedihku"; yang menimpakan cobaan sebagai tanda cinta, agar tiada yang lebih besar di hati selain diriNYA."

“Hanya pada ALLAH kuadukan susah & sedihku”; kehilanganku lebih kecil daripada pemberianNYA, musibahku tiada arti dibanding nikmatNYA.”

“Hanya pada ALLAH kuadukan susah & sedihku”; DIA-lah yang menuliskan ketetapan bagiku, DIA-lah yang menguji tanpa melampaui batas kemampuanku.”

“Hanya pada ALLAH kuadukan susah & sedihku”; DIA tunda siksa atas dosa & sabar menanti taubat ini; dariNYA ku berasal & padaNYA aku kembali.”

"Hanya pada ALLAH kuadukan susah & sedihku"; DIA yang menambah-lipatkan nikmat jika aku bersyukur, DIA yang menutup aib jika aku bermaksiat."


-@salimafillah